Selasa, 14 Maret 2017

review materi 3

Hallo guys,kali ini saya akan merieview materi perkulihan 2 minggu yang lalu tentang perkembangan pers dunia. Sejarah perkembangan pers di dunia A. Perkembangan Jurnalis sebelum ditemukannya mesin cetak Awal mulanya muncul jurnalistik dapat diketahui dari berbagai literatur tentang sejarah jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna” pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM). Acta Diurna”, yakni papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”. Dalam sejarah Islam, seperti dikutip Kustadi Suhandang (2004), cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang saleh, dan segala macam hewan. Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Pada abad ini manusia dalam menyampaikan berita masih menggunakan kertas yang terbuat dari kulit kerbau, sapi dan sebagainya yang dikenal engan vellum. Namun cara membuat kertas vellum tersebut prosesnya panjang dan harganya mahal sehingga hanya orang-orang tertentu yang dapat menggunakannya. B. Abad 15 Pada abad ini ditemukannya mesin gutenberg pada tahun 1450 oleh johannes gutenberg dari jerman. Gutenburg pertama kalinya membuat acuan huruf logam dengan menggunakan tintah hitam untuk membuat tulisan aksara latin. Pada mulanya gutenberg terpaksa membuat hampir 300 bentuk huruf yang menyerupai tulisan tangan tegak bersambung. Hingga gutenberg menemukan mesin cetak bergerak. Dengan adanya mesin cetak ini memberikan perubahan yang besar bagi jurnalisme, yang mengantarkan jurnalisme ke titik 100 pesen. C. Abad 18 Pada abad ini jurnalisme lebih menuju pada bisnis dan alat politik dari pada sebuah profesi. Adapula keterampilan desaian atau perwajaan mulai berkembang dengan kian majunya media percetakan (majalah dan surat kabar). Pada tahun 1690 terbit surat kabar dalam bentuk yang modern. Sejak abad ini jurnalistik bukan menyiarkan berita (to inform) tetapi juga mempengaruhi pemerintahan dan masyarakat (to influence). D. Abad 20 Pada abad ini media semakin berkembang, pada tahun 1920 munculnya radio dianggap sebagai salah satu pesaing bagi media cetak. Namun media cetak tidak kehilangan pembacanya, orang-orang tetap membaca berita melalui media cetak karena berita yang disampaikan melalui radio singkat sedangkan berita yang dimuat di media cetak rinci. Setelah itu munculnya televisi dan komputer, komputer ini berkembang dari yang dulu hanya alat ketik manual menjadi komputer dan laptop. Pada abad ini pers lebih digunakan sebagai media untuk mencurahkan isi hati bangsa yang terjajah. E. Abad Setelah 20 Pada abad ini teknologi mengalami perkembangan yang sangat cepat, yang mengakibatkan media juga ikut berkembang. Masa ini lebih dikenal dengan masa internet. Pada masa ini mulai munculnya situs-situs pribadi memuat laporan jurnalistik pemiliknya seperti web dan blog. Terdapat beberapa Karakteristik media di masa internet ini, yaitu : 1. Audience 2. Imediacy 3. Interactivity 4. Multimedia capability 5. Non linearity Respon pemerintah terhadap pers pada masa internet ini bahwa Pers di indonesi seperti yang dikatakan pemerintah dalam undang-undang nomer 40 tahun 1999 adalah UU yang mengatur tentang prinsip yang mengatur tentang ketentuan dan hak-hak penyelenggara pers di indonesia. Isi uud pers mengandung 10 bab dan 21 pasal tersebut berisi aturan ketentuan, ketentuan pembredelan,penyensoran,asa,fungsi,hak dan kewajiban perusahaan pers. Hak-hak wartawan, juga tentang dewan pers. Dewan pes itu lembaga yang mengatur dan bertanggung jawab atas kegiatan jurnalistik di indonesia dalam UUD pers juga di sebutkan bahwa objek dan subjek jurnalistik di indonesia memiliki 3 keistimewaan hak yaitu hak tolak,hak jawab,dan koreksi dalam kode etik jurnalis. Demikian review materi perkembangan pers semoga bermabfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar