Minggu, 11 Juni 2017

Juara Tahfidz Qur'an, Anak Tukang Tambal Ban Harumkan Nama Sekolah.



Sidoarjo, Rizqi Achmad Chabibullah Siswa kelas V MI darul Ulum tambak Rejo, yang akrab di sapa rizqi itu berhasil menjadi juara III Lomba tahfidz qur'an yang diadakan di kecamatan Waru. Dalam ajang perlombaan ini ia mendapat dukungan baik dari pihak sekolah maupun orang tua. Hal itu dibuktikan sebelum ajang itu berlangsung ia mendapat bimbingan dari pihak sekolah.

Selain itu ia juga mengikuti lembaga tahfidz qur'an di lingkungan tempat tinggalnya.

"Adanya Lembaga tahfidz di desa ini sangat membantu pihak sekolah untuk menyaring siswa-siswi yang berkompeten di ajang perlombaan ini, dari pihak sekolah mencari siapa saja yang sudah mempunyai hafalan quran kemudian diperketat menjadi 1-2 anak yang terbaik lalu kita bimbing setiap pulang sekolah" kata pak syamsu selaku kurikulum di MI Tambak Rejo.

Saat ini ia sudah hafal 7 juz untuk bisa menjaga dan menambah hafalannya ia sehari harus setor hafalan.
"setiap hari setor hafalan dan murojaah ke orang tua,  kalau setor hafalan minimal 5 ayat tapi kalau murojaah bisa sampai 1 juz" ujar anak berkulit putih itu.

 Di perlombaan itu tidak ada kendala, hanya saja ia bertemu dan berkompetisi dengan teman satu lembaga tahfidz qur'annya.
 "Lawan terberat ya teman saya sendiri, karna setiap hari hafalan bareng jadi tau kelemahan saya." ujarnya.

Anak Kedua dari bapak H. Ramijan dan ibu Hj. Widi Sutrisno ini memang cerdas.  Selain juara diperlombaan itu  ia juga mendapat peringkat 2 dikelasnya, ia juga menjadi perwakilan perlombaan pramuka, LKMD (olimpiade) mewakili sekolahnya.

Selain itu pihak sekolah memberikan penghargaan atas prestasi yang diraih oleh Rizqi.
"Di sekolah ini ada beasiswanya dari perusahaan terdekat namun dari pihak sekolah kami lebih memilih memberi penghargaan berupa piala dan piagam bagi siswa yang mendapat peringkat 1, 2, dan 3 dikelas karna itu akan lebih terkenang ketimbang beasiswa  dan untuk siswa yang meraih prestasi non akademik akan diberi penghargaan ketika hafla akhiru tsannah" ujar kesiswaan yang berpostur tinggi dan berkulit put
ih itu. H

Senin, 29 Mei 2017

Berita Pendidikan di Indonesia
 Berita 1 :
 Pelajar Palembang Ciptakan Papan Partikel Tahan Api Liputan6.com, Palembang

Kreativitas pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) di Palembang dalam riset ilmu fisika kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini, siswa SMA Negeri Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat Gold Medal di ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) pada Febuari 2017 lalu. Jaya Firmansyah, siswa kelas 11 dan Surya Bima Wicaksana, siswa kelas 10 SMAN Sumsel berhasil membuat papan partikel dari limbah tumbuhan. Bahkan, papan partikel yang dibuatnya kedua siswa berprestasi ini bisa tahan api. Bahan yang digunakan adalah sabut kelapa limbah tongkol jagung yang didapat di pasar tradisional dekat sekolah. Kedua bahan ini dicampur dengan Aquadest dan Lem VVIC, lalu dipadatkan dan membentuk prototype papan partikel berdiameter 9 cm. Untuk mendapatkan partikel terkecil, limbah tongkol jagung diparut, diblender dan disaring. Seluruh bahan dicampur, dicetak, dan dimasukkan ke dalam oven agar mengeras. "Biasanya papan partikel sering dibuat dari sekam padi. Tapi kita mengantinya dengan bahan yang lebih tahan lama dan ada keunggulannya," ujar Surya Bima Wicaksana kepada Liputan6.com, saat dijumpai di Laboratorium Fisika SMAN Sumsel, Rabu5 April 2017. Untuk membuat papan partikel tersebut tahan api, mereka mengoleskan Natrium Silikat (Na2SiO3) ke seluruh lapisan papan partikel. Papan partikel tersebut lalu dikeringkan di suhu ruangan. Saat dilakukan tes uji bakar, lapisan Natrium Silikatnya menghambat api membakar papan partikel. Bahkan, apinya hanya berkobar di satu titik dan hanya menyisakan noda putih. Mereka juga sudah menguji ketahanan papan partikelnya di laboratorium Politeknik Sriwijaya Palembang. Hasil uji tariknya yaitu 11 Kg/detik, Uji pantul 3.220 Newton dan uji lentur 17,5 Persen. "Hasil uji tarik dan uji tekan papan partikel kita sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)," ungkapnya. Fadli Ardiano, Asisten Laboratirium Fisika SMAN Sumsel mengatakan, hasil karya siswa ini akan dilombakan di ajang internasional. "Kita akan membuat video dokumentasi tentang riset papan partikel tahan api ini. Nanti dokumennya akan dikirim ke panitia di Belanda. Hasilnya akan diumumkan di bulan Juni 2017 mendatang," katanya. 
(http://regional.liputan6.com/read/2910945/pelajar-palembang-ciptakan-papan-partikel-tahan-api)

 Berita 2 :
Membanggakan Ada Mahasiswa Indonesia Di Pusat Penelitian Dunia Liputan6.com, Jakarta Tak hanya kaya akan keindahan alam, Indonesia juga kaya akan sumber daya manusia yang mengagumkan. Tidak bisa dilihat sebelah mata, salah satu generasi muda Indonesia bahkan berhasil bergabung dengan pusat penelitian sains terbesar di dunia. Mahasiswa Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) I Made Sanadhi Sutandi berhasil mewakili Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan “OpenLab Summer Research Program 2016” di CERN - salah satu Pusat Riset Komputasi & Partikel Fisika terbesar di dunia. Sanadhi (21) berhasil menggungguli 1.461 mahasiswa lainnya dari seluruh dunia ini, akan terlibat secara langsung dalam proyek pengembangan sistem IT selama delapan minggu mulai dari 20 Juni hingga 21 Agustus 2016 di Jenewa, Swiss. CERN (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire) atau dalam bahasa Indonesia berarti Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir telah memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan, diantaranya teknologi www (web) yang saat ini sudah menjadi bagian besar dalam kehidupan manusia. Selain itu, CERN juga berkontribusi pada penemuan partikel Higgs Boson yang mendapatkan hadiah Nobel Fisika tahun 2013 serta penemuan Super Symmetry dan Quark-Gluon Plasma yang menunjukkan fenomena pembentukan alam semesta. Sanadhi, menurut informasi yang diterima Liputan6.com, Selasa (19/4/2016) mengatakan, “Pencapaian ini merupakan peluang emas karena saya dapat belajar langsung dengan para pakar di bidang teknologi serta melihat dan merasakan langsung teknologi dan inovasi yang ada diseluruh dunia. Saya yakin dan mantap untuk menyerap ilmu dan membangun network sebanyak-banyaknya saat bekerja disana agar ilmu pengetahuan ataupun hardskill dan softskill saya dapat teruji dengan baik."  Lebih lanjut, Sanadhi mengungkapkan selama kegiatan berlangsung, ia akan memperoleh sejumlah topik perkuliahan serta dilibatkan langsung pada proyek penelitian bersama dengan peneliti CERN. Hal ini dilakukan untuk mendalami domain keilmuan yang menjadi kebutuhan utama pada infrastruktur IT seperti Data Acquisition, Computing Platforms, Data Storage Architectures, Compute Provisioning and Management, Networks and Communication dan Data Analytics. Indonesia bangga memiliki generasi muda berprestasi.
 (http://lifestyle.liputan6.com/read/2487079/membanggakan-ada-mahasiswa-indonesia-di-pusat-penelitian-dunia)

 Berita 3 :
Lewat Dongeng Siswa Diajari Tentang Proses Pengolahan Minyak BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Yoga Pratama memainkan boneka tangan katak hijau di hadapan siswa kelas 2 di SD 008 di Balikpapan Tengah, Balikpapan, Kalimantan Timur. Dodo, begitu pekerja bagian hydro cracking complex (HCC) atau destilasi minyak di Kilang Minyak Balikpapan PT Pertamina (Persero) ini menamai si katak hijau. Si Dodo menjelaskan bagaimana panjangnya perjalanan minyak itu dari mulai disedot dari dalam sumur, mengalir hingga kilang pengolahan, lantas jadi minyak siap didistribusi di stasiun pengisian bahan bakar umum. Dodo yang imut di tangan Yoga tidak membuat kantuk. Anak-anak tergoda mendekat, melihat dari dekat dan mendengarkan cerita tentang Pertamina  dan perannya pada masyarakat. “Kalau ditanya, anak-anak semula tahunya Pertamina itu hanya tukang isi bensin di SPBU. Kini kita bangun pengetahuan dan sekaligus brand image bahwa kita ini perusahaan nasional yang memiliki bidang luas,” kata Yoga, Senin (8/5/2017). Yoga, satu dari 85 relawan Pertamina yang mendadak jadi guru singkat di lima sekolah dasar di Balikpapan, Senin siang. Mereka mendatangi SD Patra Dharma 3, SDN 8 Balikpapan Tengah, SDN 1 Balikpapan Tengah, SDN 5 Balikpapan Barat dan SDN 9 Balikpapan Barat. Yoga mengatakan, para relawan itu tengah menjalani program Pertamina Energi Negeri (PEN) 2 yang juga berlangsung di delapan lokasi operasional Pertamina lain, yakni: Palembang, Jakarta, Indramayu, Surabaya, Semarang, Makassar, Jayapura, dan Sorong. PEN melibatkan lebih dari 500 pekerja dari berbagai direktorat di Pertamina hingga anak perusahaan di sembilan kota itu. “Di sini bahkan ada yang datang dari Kalimantan Tengah,” kata Yoga. Area Manager Communication & Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova mengatakan, kegiatan ini menjadi agenda tahunan pekerja Pertamina sebagai kontribusi langsung pada masyarakat. Para pekerja membagi pengetahuan, mengenal profesi, menanamkan budi pekerti serta budaya safety yang disampaikan dengan cara menarik dan menyenangkan. “Kegiatan ini juga memperkenalkan para relawan akan kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan Indonesia,” kata Alicia. PEN, menurut Alicia, menjadi sebuah ajakan bagi pekerja Pertamina dan anak usahanya untuk bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan. Dengan kegiatan ini, para pekerja pun kian terpanggil untuk ikut memajukan pendidikan Indonesia serta menumbuhkan kecintaan terhadap negeri. Selain itu, relawan bisa terbina melakukan aktivitas bermanfaat di luar jam kerjanya. “Karenanya kegiatan sukarela ini diinisiasi secara murni oleh pekerja-pekerja Pertamina,” katanya. Relawan itu tidak langsung terjun begitu saja. Para relawan harus melewati pembekalan product knowledge hingga soal public speaking. (http://regional.kompas.com/read/2017/05/08/19312061/lewat.dongeng.siswa.sd.diajari.tentang.proses.pengolahan.minyak)

 Berita 4 :
Bocah-Bocah Ini Belajar Sambil Menggendong Adiknya MEDAN, KOMPAS.com – Boisman Gori,  baru duduk di kelas lima sekolah dasar. Setiap masuk ke kelas tak jarang dia sambil menggendong adiknya. Gori tinggal di Puncak Lolomatua, dataran tertinggi di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. "Saat saya mengajar, dia (Gori) selalu memeluk dan mencium kepala adiknya,” cerita Indri Rosidah, kepada Tribun Medan,  Selasa (2/5/2017). Indri merupakan alumnus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang sedang mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) yang mengajar di Puncak Lolomatua. Selain Gori, di tempat perempuan asal Bandung ini mengajar, ada Latina Ndruru. Bocah perempuan ini juga kerap membawa adik bungsunya ke sekolah. Latina anak ketiga dari tujuh bersaudara, kehidupan orangtuanya cukup memperihatinkan. “Lantai rumah orang tuanya Latina masih tanah. Artinya, tidak gunakan semen sebagaimana rumah kebanyakan orang. Kemudian dinding rumahnya masih tepas, beratap rumbia dan rumah mereka paling dekat dengan sekolah ini,” kata Rosidah. Dibandingkan Latina, rumah Gori cukup lumayan, karena sudah berlantai semen dan beratap seng. Gori dan Latina membawa adik mereka ke sekolah bila kedua orangtua mereka ke ladang untuk menyadap getah ataupun pergi ke pasar. "Anaknya penuh kesadaran, dan tabah hidup dalam keadaan serba kekurangan. Saya terkesima melihat kondisi siswa-siswi di sini,” sebut Indri. Boisman Gori, siswa kelas V SD Puncak Lolomatua, Ulonoyo, Kabupaten Nias Selatan, kerap membawa menggendong adiknya ke sekolah, sementara orangtuanya menyadap karet atau pergi ke pasar. Boisman Gori, siswa kelas V SD Puncak Lolomatua, Ulonoyo, Kabupaten Nias Selatan, kerap membawa menggendong adiknya ke sekolah, sementara orangtuanya menyadap karet atau pergi ke pasar. ( TRIBUN MEDAN/JEFRI SUSETIO) Jarang yang Berbahasa Indonesia Indri mengaku masyarakat yang sangat ramah dan menghormati pendatang berbeda suku dan keyakinan, membuatnya kerasan mengajar di Puncak Lolomatua. “Saya menikmati suasana di sini, kebetulan saya tinggal di rumah warga dan respons masyarakat sangat bagus," sebutnya. "Saya orang pertama Muslim yang tinggal di kampung ini. Awalnya takut tapi alhamdulilah, tidak ada kesulitan apapun,” tambah dia. Sudah delapan bulan dia menjadi peserta program SM3T dan mengajar di Puncak Lolomatua. Selama itu ia sedikitnya memahami bahasa lokal. Awal mengajar, bukan main bingungnya Indri karena banyak murid tak bisa berbahasa Indonesia. Berbilang hari, minggu dan bulan, Indri paham murid-murid tak pandai berbahasa Indonesia karena orang tua mereka pun tak bisa. Hanya mereka sering bepergian ke kota yang dapat berbahasa Indonesia.
(http://regional.kompas.com/read/2017/05/03/12120021/bocah-bocah.ini.belajar.di.sekolah.sambil.menggendong.adiknya)

 Berita 5 :
Kado Tas Presiden Jokowi di Perbatasan Liputan6.com, Jakarta - "Pak Jokowi, minta tas," pesan singkat dari siswa Sekolah Dasar Negeri 4 di Desa Sungkung, Kecamatan Siding, Kabupaten, Bengkayang, Kalimantan Barat. Para siswa SD di perbatasan ini mengharapkan sedikit bantuan dari sang Presiden untuk membelikan mereka sebuah tas. Potret miris di Tanah Air, ketika banyak anak memiliki beberapa tas sekolah di rumahnya yang terpajang tak terpakai, tetapi anak-anak di perbatasan ini tidak memiliki satu tas pun untuk membawa keperluan belajar mereka ke sekolah. Kondisi ini terkuak ketika seorang guru bantu untuk wilayah perbatasan melalui akun Instagram @anggitpurwoto mengunggah video siswa SDN 4 Sungkung yang meminta tas tersebut. Dengan balutan seragam yang sudah lusuh, Revan, Heri Aprianto, Jhembo, Eligen Thomas menyampaikan harapannya memiliki tas sekolah. Keempat siswa ini terlihat menjinjing kantong plastik kresek menggantikan tas sekolah dan hanya menggunakan sandal jepit. Mendadak, video ini menjadi viral di media sosial. Rupanya, video 'Minta Tas' ini juga dilihat Presiden Jokowi. Bak gayung bersambut, Jokowi segera meminta sekretarisnya menyiapkan kado tas dan perlengkapan sekolah lainnya untuk siswa-siswa SD perbatasan ini. (http://news.liputan6.com/read/2919781/kado-tas-presiden-jokowi-di-perbatasan)

 Berita 6 :
42.622 Siswa SD/Madrasah di Surabaya Siap US, Dindik Ingatkan seperti ini kepada Penyelenggara Selasa, 9 Mei 2017 20:02 surya/sulvi sofiana Kepala Dinas Pendidikan M Iksan dalam sebuah kesempatan.  SURYA.co.id | SURABAYA - Ujian Sekolah (US) tingkat sekolah dasar dan masdrasah akan dilaksanakan pada Senin (15/5/2017). US tahun ini diikuti 860 lembaga, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya Jumat besok (12/5/2017) akan mulai menerima soal ujian. “Soal US akan dipilah per sekolah dan per subrayon, selanjutnya akan disimpan sementara di polsek. Dan pada pelaksanaan hari H-nya nanti sub rayon mendistribusikan soal ke sekolah-sekolah,” Jelas Kepala Dindik Kota Surabaya, Ikhsan, Selasa (9/5/2017). Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut menerangkan pelaksanaan US di Surabaya diikuti 42.622 siswa. Ia pun berpesan juga agar para siswa tetap menjaga nilai-nilai kejujuran (integritas) selama pelaksananaan US/M meskipun masih berbasis kertas. “Pada pelaksanaan US nanti diingatkan kepada ketua sub rayon, kepala sekolah, dan pengawas ruangan agar menjalankan POS dengan baik,”tegasnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (9/5/2017). Kasi Kurikulum Sekolah Dasar Munaiyah berujar pembuatan soal US telah melewati berbagai tahapan. Apalagi Dindik ikut membuat naskah soal tersebut. Mulai dari penyusunan soal, review soal, sampai dengan evaluasi soal dilakukan oleh tim yang sudah disiapkan. “Untuk persiapan ujian sekolah ini, para siswa juga telah melakukan latihan try out, baik yang melalui try out online Dindik ataupun latihan try out bersama guru di sekolah. Dindik sebelumnya juga telah menyediakan 34 paket soal latihan try out online,”lanjutnya. (http://surabaya.tribunnews.com/2017/05/09/42622-siswa-sdmadrasah-di-surabaya-siap-us-dindik-ingatkan-seperti-ini-kepada-penyelenggara)

 Berita 7 :
Cara Unik Siswa SAIM Peringati Hari Buku Dunia, begini Bentuknya Selasa, 25 April 2017 20:34 surya/habibur rohman BUKU & PERMAIANAN - Siswa menyumbangkan buku serta melanjutkan mengikuti permainan di Sekolah Alam Insan Mulia (Saim) Surabaya,Selasa (25/4/2017).  SURYA.co.id | SURABAYA - Suasana layaknya taman bermain terlihat di halaman Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM), Selasa (25/4/2017). Berbeda dengan taman bermain yang berisi mainan jungkat-jungkit dan ayunan. Para siswa bermain permainan bowling, lempar cincin, dan engklek. Setiap berhasil bermain mereka bisa mendapat beragam hadiah. Mulai dari penghapus, pensil, buku, dan lainnya. Untuk bermain mereka harus membawa tiket, tiket inilah kunci kegiatan diadakan Achmad Tsaqib Arifudin, siswa kelas 2 SMA SAIM dan 11 temannya. Untuk mendapat tiket ini, setiap siswa harus menyumbangkan 1 buku bacaan. Mulai dari buku pelajaran, dongeng, cerita anak-anak, hingga komik. “Sekalian memperingati hari buku, kami ingin menggalang sumbangan buku perpustakaan di Ranu Pane,” jelasnya, Selasa (25/4/2017). Mengambil nama kegiatan Ruang Baca Tanpa Batas, Tsaqib dan teman-temannya ingin meningkatkan mibat baca di kawadan Ranu Pane, Lumajang. Pasalnya, setiap tahun, siswa SAIM melakukan pendakian melewati Ranu Pane. Mereka hanya melihat 1 sekolah untuk siswa SD,SMP dan TK. “Kami survei kesana, ada 6 kelas disana. 1 ruang guru dan 1 perpustakaan. Kalau kondisi sekolah dan perpus memang sangat kurang, bangku banyak yang rusak,” jelasnya. Mereka akhirnya berinisiatif secara berkala membantu sekolah tersebut. Mulai dari menambah buku di perpustakaan dengan sumbangan siswa SAIM. Selain itu mereka juga membuat proposal pada pihak luar agar mendapat dana bantuan atau tambahan buku. “Kalau dapat uang juga akan kami belikan perlengkapan buat perpustakaan. Disana nggak ada lemari juga,”terangnya. Penanggung jawab acara, Febriana Adam, menjelaskan kegiatan siswa ini dilakukan sebagai proyek yang menjadi tugas siswa. Mereka bisa melakukan beragam kegiatan,kewirausahaan charity dna lainnya. Setiap Jumat siswa SMA SAIM memiliki waktu 6 jam untuk mendiskusikan proyek mereka. “Kami para guru hanya membimbing, idenya semua dari mereka. Seperti kegiatan kali ini metrka ingin membantu siswa di daerah lain yang membutuhkan dengan melibatkan seluruh warga SAIM,”jelasnya. (http://surabaya.tribunnews.com/2017/04/25/cara-unik-siswa-saim-peringati-hari-buku-dunia-begini-bentuknya?page=2)

 Berita 8 :
Siswa SD Datangi Pedagang Pasar Ucapkan Selamat Hari Kartini Sembari Lakukan Ini Jumat, 21 April 2017 11:56 surya/ahmad zaimul haq Salah seorang siswa memberikan bingkisan sembako kepada pedagang perempuan, Jumat (21/4/2017).  SURYA.co.id | SURABAYA - Pasar Krempyeng Bendul Merisi Besar Selatan, Surabaya didatangi 150 siswa SD Muhammadiyah 6 Surabaya, Jumat (21/4/2017). Mereka tidak berbelanja, namun siswa-siswa ini sengaja menemui para pedagang perempuan untuk memberikan sebuah bingkisan. Mereka menyusur pasar lengkap dengan pakaian kebaya dan batik. Salah satu siswa kelas lima, Alya Wahyu menghampiri Maftuha, seorang pedagang ayam potong. Alya memberikan sebuah bingkisan (sembako) dan mengucapkan "Selamat Hari Kartini". "Selamat Hari Kartini ya bu," kata Alya, lalu disambut senyum dan ucapan terima kasih dari Maftuha. Perayaan Hari Kartini, Siswa SD Muhammadiyah 6 memang berbeda. Muhammad Askan, ketua panitia acara menuturkan, melalui berbagi semacam ini, anak-anak bisa mengerti peran Kartini secara utuh. "Sebelumnya kami mengajak beberapa anak untuk observasi ke pasar. Lalu anak-anak menyimpulkan para pedagang itu juga sepatutnya merayakan Hari Kartini. Mengingat perannya yang besar, mencari nafkah untuk keluarga," jelasnya. Askan menambahkan sebelum sampai di pasar, 400 siswa di antaranya siswa kelas satu sampai enam melakukan long march, memakai busana adat Jawa. Rutenya mulai sekolah, RSAL, pasar Krempyeng dan kembali ke sekolah lagi. "Di pertengahan jalan siswa kelas satu sampai kelas empat, kembali ke sekolah. Sementara kelas lima dan enam berbagi bingkisan ke pasar," terangnya. Bingkisan yang mereka bawa bermacam. Ada sembako, kerudung, aksesoris, dan masih banyak lagi. Aksan menerangkan sekolah memang tidak menentukan barang apa yang harus dibawa. "Kami hanya memberikan minimal harga karena tidak semua orangtua wali murid sama mampunya. Selain bingkisan mereka juga menyematkan surat. Isinya adalah doa, misalnya surat milik Alya. Dia berdoa agar ibu itu diberikan kesehatan dan kekuatan menjalankan ibadahnya mencari nafkah," tutupnya. (http://surabaya.tribunnews.com/2017/04/21/siswa-sd-datangi-pedagang-pasar-ucapkan-selamat-hari-kartini-sembari-lakukan-ini)

 Berita 9 :
Sampahnya Ganggu Sekolah, Cito Disidak Dewan Andy Satria/Radar Surabaya TUTUP HIDUNG: Sejumlah siswa kelas VI SDN Dukuh Menanggal I terpaksa menutup hidung saat mengikuti kegiatan belajar di kelas, Selasa (6/9), karena terganggu bau tak sedap dari pengelolaan limbah sampah di Cito . SURABAYA – Dianggap tak memperhatikan lingkungan dalam pengolahan limbahnya, manajemen mal City of Tomorrow (Cito) dilaporkan ke DPRD Surabaya. Untuk merespons laporan itu, Selasa (6/9), Komisi D melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Dukuh Menanggal I di Jalan Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya. Hasilnya, komisi bidang kesejahteraan rakyat (kesra) itu menemukan di kelas V dan VI tercium bau tak sedap yang berasal dari samping sekolah yang berdekatan dengan tempat pembuangan limbah dan sampah milik pusat perbelanjaan di kawasan bundaran Waru tersebut. “Baunya bikin muntah. Kayak bau bensin, solar dan sampah bekas makanan, bahkan kotoran manusia. Pernah kami sampai tidak bisa masuk kelas gara-gara bau tidak enak seperti ini,” keluh Rini Ardianti, 10, siswi kelas V B. Bahkan akibat bau yang tidak nyaman itu, ada beberapa rekannya yang mual-mual dan muntah. Beberapa bahkan mengeluhkan pusing dan sesak napas. Menurut dia, bau tak sedap itu biasa muncul pada waktu jam-jam pelajaran mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Kepala SDN Dukuh Menanggal I Umitrah mengatakan bahwa sebenarnya pihak sekolah sudah mendatangi manajemen Cito, beberapa bulan lalu, untuk menyampaikan keluhan bau tak sedap tersebut. Namun, pihak manajemen Cito tak memperbaiki sistem pengolahan limbahnya. Sebaliknya, pihak manajemen malah mendatangi sekolah dan memberikan bantuan empat unit alat pendingin udara (AC). Hingga akhirnya, pihak sekolah memutuskan mengirim surat laporan resmi ke DPRD Surabaya. Tiga bulan lalu, pihak manajemen Cito memang mendatangi sekolah dan menyatakan memberikan bantuan berupa air conditioner (AC) untuk empat kelas yang terpolusi bau tak sedap. Tapi sesuai pertimbangan lingkungan, pihak sekolah menunda penerimaan bantuan tersebut karena yang bermasalah semua kelas,” tutur Umitrah. Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Agustin Poliana mengatakan bahwa pihaknya melakukan inspeksi atas laporan pencemaran limbah dan bau menyengat dari SDN Dukuh Menanggal I. “Sebenarnya, kemarin (Senin, 5/9, Red) kami sudah lakukan hearing bersama SDN Dukuh Menanggal dan Badan Lingkungan Hidup (BLH). Tapi, pihak manajemen Cito mangkir. Alasannya, surat tidak diterima. Lha kalau (surat) tidak diterima, kenapa BLH bisa hadir,” tegas Agustin yang memimpin sidak Komisi D ke sekolah. Tak hanya meninjau lokasi kelas-kelas yang terpolusi bau tak sedap, dalam sidak itu, Komisi D juga menelusuri asal bau menyengat ke pembuangan limbah Cito. Sekitar 50 meter dari sekolah tepatnya di gang sebelah sekolah, memang ditemukan gudang sampah basah berukuran 2x3 meter persegi. Geram dengan kondisi gudang penimbunan sampah yang belum dikelola baik, Komisi D pun mendatangi pihak manajemen mal tersebut. Dalam proses diskusi yang cukup rumit itu, Komisi D menuntut pihak Cito untuk melakukan pengelolaan limbah dengan baik. Hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2005 tentang perencanaan bangunan gedung. “Cito menyalahi aturan dan melanggar ketentuan yang ada. Kalau tidak segera diselesaikan, maka akan kami cabut izin mereka,” kata Agustin Poliana. Sebab menurut dia, jika hal itu dibiarkan akan membahayakan kesehatan masyarakat dan siswa di lingkungan sekolah. “Keberadaan sampah itu mengganggu proses belajar mengajar di sekolah,” tandas politisi PDIP ini. Anggota Komisi D Reni Astuti menambahkan bahwa selain terancam akan dicabut izinnya, Cito juga mendapat ancaman denda minimal Rp 50 juta sesuai perda. “Kami minta mereka bertanggung jawab,” kata politisi PKS ini. Dituding tidak melakukan pengelolaan limbah sampah dengan baik, manajemen Cito menampik tuduhan tersebut. Operational Cito Rudianto mengatakan bahwa manajemen merasa bila pengelolaan limbah sudah sesuai dengan ketentuan atau SOP (standard operational procedure). Menurut Rudianto, selama ini pihaknya sudah membuang sampah ke tempat pembuangan akhir sebanyak dua kali sehari. “Sudah sesuai. Kemungkinan, bau menyengat itu karena proses pengangkutan limbah sampah ke dalam truk. Saat dibuka itulah, bau menyengat dan menyebar,” katanya. Meski demikian, ia mengaku bau sampah itu cuma sebentar dan segera hilang. “Sebentar saja kok baunya, tidak sampai lama,” tandas Rudianto. Pihak Cito juga mengklaim sudah melakukan penyemprotan dengan cairan kimia ke lokasi penimbunan sampah basah supaya bau menyengat bisa hilang. ”Biasanya kami lakukan pada sore hari,” ucap Rudianto. Dia menambahkan bahwa selama ini pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak SDN Dukuh Menanggal I untuk menjaga kebersihan. "Kami rutin membersihkan sungai di dekat pemukiman warga termasuk di dekat sekolah. Kami tidak mungkin membiarkannya," ujarnya. Disinggung tentang rencana pemindahan lokasi penimbunan sampah basahnya yang menimbulkan bau menyengat, Rudianto tidak bisa berkomentar. Menurutnya, hal itu harus seizing dengan pihak manajemen kantor pusat di Jakarta. (han/jay) 
(http://radarsurabaya.jawapos.com/read/2016/09/06/3316/sampahnya-ganggu-sekolah-cito-disidak-dewan/3)

 Berita 10 :
Hebat, Masih Kecil Sudah Berprestasi Radar Gresik/JawaPos.com PENGHARGAAN : 2 Siswa SDIT AL Huda meraih prestasi juara I dan II O2SN tingkat Kabupaten Gresik. BAWEAN - Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Huda Sangkapura berhasil mencetak olahragawan berprestasi. Prestasi yang telah diraihnya membawa harum nama Pulau Bawean. Tahun ini, 2 siswanya berhasil meraih juara atletik kids O2SN tingkat Kabupaten Gresik, yaitu Taufiq Hidayat (kelas V) juara I putra dan Naila Alvin (kelas V) juara II putri. Sedangkan tahun sebelumnya, Sony Indra Gunawan berhasil juara II atletik kid’s O2SN tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kecamatan Sangkapura mereka mendapat penghargaan. Selanjutnya Taufiq Hidayat bakal mewakili kabupaten Gresik ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Prestasi yang diraih oleh siswa SDIT Al Huda tidak terlepas dari sang guru olahraga yang mendidiknya. Amilatul Husna (29 th) sebagai guru olahraga mengatakan bersyukur atas prestasi siswanya dalam mengikuti kejuaraan O2SN tingkat Kabupaten Gresik. Melaui kerja kerasnya, prestasi olahraga cabang atletik kids selalu diraihnya, baik tingkat kabupetan Gresik sampai Provinsi Jawa Timur. Mantan guru olahraga di SMA Miftahul Ulum Bunga Gresik menyatakan tujuan kedatangannya di Pulau Bawean tahun 2012 hanya untuk mendampingi sang suami yang mengajar di SMPN I Sangkapura. Kemudian mendapat tawaran dari ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Huda untuk mengajar sebagai guru olahraga di SDIT Al Huda. Selanjutnya tahun 2013 aktif mengajar. Tahun ini telah berhasil menghantarkan 2 siswa putra dan putri mengikuti pertandingan atletik kids tingkat Kabupaten Gresik. “Walaupun hanya 1 siswa yang lolos untuk mewakili kabupaten Gresik mengikuti atletik kids O2SN tingkat Provinsi Jawa Timur,”katanya. Bawean memiliki potensi khususnya dibidang olahraga. Alasannya di Pulau Bawean sangat mendukung lingkungannya.  “Lahannya sangat luas untuk berlatih, lain halnya di perkotaan yang sudah sempit,” paparnya. (bst/rtn) (http://radarsurabaya.jawapos.com/read/2016/05/04/1338/hebat-masih-kecil-sudah-berprestasi/2) erita Pendidikan di Indonesia Berita 1 : Pelajar Palembang Ciptakan Papan Partikel Tahan Api Liputan6.com, Palembang Kreativitas pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) di Palembang dalam riset ilmu fisika kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini, siswa SMA Negeri Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat Gold Medal di ajang Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) pada Febuari 2017 lalu. Jaya Firmansyah, siswa kelas 11 dan Surya Bima Wicaksana, siswa kelas 10 SMAN Sumsel berhasil membuat papan partikel dari limbah tumbuhan. Bahkan, papan partikel yang dibuatnya kedua siswa berprestasi ini bisa tahan api. Bahan yang digunakan adalah sabut kelapa limbah tongkol jagung yang didapat di pasar tradisional dekat sekolah. Kedua bahan ini dicampur dengan Aquadest dan Lem VVIC, lalu dipadatkan dan membentuk prototype papan partikel berdiameter 9 cm. Untuk mendapatkan partikel terkecil, limbah tongkol jagung diparut, diblender dan disaring. Seluruh bahan dicampur, dicetak, dan dimasukkan ke dalam oven agar mengeras. "Biasanya papan partikel sering dibuat dari sekam padi. Tapi kita mengantinya dengan bahan yang lebih tahan lama dan ada keunggulannya," ujar Surya Bima Wicaksana kepada Liputan6.com, saat dijumpai di Laboratorium Fisika SMAN Sumsel, Rabu5 April 2017. Untuk membuat papan partikel tersebut tahan api, mereka mengoleskan Natrium Silikat (Na2SiO3) ke seluruh lapisan papan partikel. Papan partikel tersebut lalu dikeringkan di suhu ruangan. Saat dilakukan tes uji bakar, lapisan Natrium Silikatnya menghambat api membakar papan partikel. Bahkan, apinya hanya berkobar di satu titik dan hanya menyisakan noda putih. Mereka juga sudah menguji ketahanan papan partikelnya di laboratorium Politeknik Sriwijaya Palembang. Hasil uji tariknya yaitu 11 Kg/detik, Uji pantul 3.220 Newton dan uji lentur 17,5 Persen. "Hasil uji tarik dan uji tekan papan partikel kita sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)," ungkapnya. Fadli Ardiano, Asisten Laboratirium Fisika SMAN Sumsel mengatakan, hasil karya siswa ini akan dilombakan di ajang internasional. "Kita akan membuat video dokumentasi tentang riset papan partikel tahan api ini. Nanti dokumennya akan dikirim ke panitia di Belanda. Hasilnya akan diumumkan di bulan Juni 2017 mendatang," katanya. (http://regional.liputan6.com/read/2910945/pelajar-palembang-ciptakan-papan-partikel-tahan-api) Berita 2 : Membanggakan Ada Mahasiswa Indonesia Di Pusat Penelitian Dunia Liputan6.com, Jakarta Tak hanya kaya akan keindahan alam, Indonesia juga kaya akan sumber daya manusia yang mengagumkan. Tidak bisa dilihat sebelah mata, salah satu generasi muda Indonesia bahkan berhasil bergabung dengan pusat penelitian sains terbesar di dunia. Mahasiswa Teknik Komputer Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) I Made Sanadhi Sutandi berhasil mewakili Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan “OpenLab Summer Research Program 2016” di CERN - salah satu Pusat Riset Komputasi & Partikel Fisika terbesar di dunia. Sanadhi (21) berhasil menggungguli 1.461 mahasiswa lainnya dari seluruh dunia ini, akan terlibat secara langsung dalam proyek pengembangan sistem IT selama delapan minggu mulai dari 20 Juni hingga 21 Agustus 2016 di Jenewa, Swiss. CERN (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire) atau dalam bahasa Indonesia berarti Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir telah memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan, diantaranya teknologi www (web) yang saat ini sudah menjadi bagian besar dalam kehidupan manusia. Selain itu, CERN juga berkontribusi pada penemuan partikel Higgs Boson yang mendapatkan hadiah Nobel Fisika tahun 2013 serta penemuan Super Symmetry dan Quark-Gluon Plasma yang menunjukkan fenomena pembentukan alam semesta. Sanadhi, menurut informasi yang diterima Liputan6.com, Selasa (19/4/2016) mengatakan, “Pencapaian ini merupakan peluang emas karena saya dapat belajar langsung dengan para pakar di bidang teknologi serta melihat dan merasakan langsung teknologi dan inovasi yang ada diseluruh dunia. Saya yakin dan mantap untuk menyerap ilmu dan membangun network sebanyak-banyaknya saat bekerja disana agar ilmu pengetahuan ataupun hardskill dan softskill saya dapat teruji dengan baik."  Lebih lanjut, Sanadhi mengungkapkan selama kegiatan berlangsung, ia akan memperoleh sejumlah topik perkuliahan serta dilibatkan langsung pada proyek penelitian bersama dengan peneliti CERN. Hal ini dilakukan untuk mendalami domain keilmuan yang menjadi kebutuhan utama pada infrastruktur IT seperti Data Acquisition, Computing Platforms, Data Storage Architectures, Compute Provisioning and Management, Networks and Communication dan Data Analytics. Indonesia bangga memiliki generasi muda berprestasi.  (http://lifestyle.liputan6.com/read/2487079/membanggakan-ada-mahasiswa-indonesia-di-pusat-penelitian-dunia) Berita 3 : Lewat Dongeng Siswa Diajari Tentang Proses Pengolahan Minyak BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Yoga Pratama memainkan boneka tangan katak hijau di hadapan siswa kelas 2 di SD 008 di Balikpapan Tengah, Balikpapan, Kalimantan Timur. Dodo, begitu pekerja bagian hydro cracking complex (HCC) atau destilasi minyak di Kilang Minyak Balikpapan PT Pertamina (Persero) ini menamai si katak hijau. Si Dodo menjelaskan bagaimana panjangnya perjalanan minyak itu dari mulai disedot dari dalam sumur, mengalir hingga kilang pengolahan, lantas jadi minyak siap didistribusi di stasiun pengisian bahan bakar umum. Dodo yang imut di tangan Yoga tidak membuat kantuk. Anak-anak tergoda mendekat, melihat dari dekat dan mendengarkan cerita tentang Pertamina  dan perannya pada masyarakat. “Kalau ditanya, anak-anak semula tahunya Pertamina itu hanya tukang isi bensin di SPBU. Kini kita bangun pengetahuan dan sekaligus brand image bahwa kita ini perusahaan nasional yang memiliki bidang luas,” kata Yoga, Senin (8/5/2017). Yoga, satu dari 85 relawan Pertamina yang mendadak jadi guru singkat di lima sekolah dasar di Balikpapan, Senin siang. Mereka mendatangi SD Patra Dharma 3, SDN 8 Balikpapan Tengah, SDN 1 Balikpapan Tengah, SDN 5 Balikpapan Barat dan SDN 9 Balikpapan Barat. Yoga mengatakan, para relawan itu tengah menjalani program Pertamina Energi Negeri (PEN) 2 yang juga berlangsung di delapan lokasi operasional Pertamina lain, yakni: Palembang, Jakarta, Indramayu, Surabaya, Semarang, Makassar, Jayapura, dan Sorong. PEN melibatkan lebih dari 500 pekerja dari berbagai direktorat di Pertamina hingga anak perusahaan di sembilan kota itu. “Di sini bahkan ada yang datang dari Kalimantan Tengah,” kata Yoga. Area Manager Communication & Relations Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova mengatakan, kegiatan ini menjadi agenda tahunan pekerja Pertamina sebagai kontribusi langsung pada masyarakat. Para pekerja membagi pengetahuan, mengenal profesi, menanamkan budi pekerti serta budaya safety yang disampaikan dengan cara menarik dan menyenangkan. “Kegiatan ini juga memperkenalkan para relawan akan kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan Indonesia,” kata Alicia. PEN, menurut Alicia, menjadi sebuah ajakan bagi pekerja Pertamina dan anak usahanya untuk bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan. Dengan kegiatan ini, para pekerja pun kian terpanggil untuk ikut memajukan pendidikan Indonesia serta menumbuhkan kecintaan terhadap negeri. Selain itu, relawan bisa terbina melakukan aktivitas bermanfaat di luar jam kerjanya. “Karenanya kegiatan sukarela ini diinisiasi secara murni oleh pekerja-pekerja Pertamina,” katanya. Relawan itu tidak langsung terjun begitu saja. Para relawan harus melewati pembekalan product knowledge hingga soal public speaking. (http://regional.kompas.com/read/2017/05/08/19312061/lewat.dongeng.siswa.sd.diajari.tentang.proses.pengolahan.minyak) Berita 4 : Bocah-Bocah Ini Belajar Sambil Menggendong Adiknya MEDAN, KOMPAS.com – Boisman Gori,  baru duduk di kelas lima sekolah dasar. Setiap masuk ke kelas tak jarang dia sambil menggendong adiknya. Gori tinggal di Puncak Lolomatua, dataran tertinggi di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. "Saat saya mengajar, dia (Gori) selalu memeluk dan mencium kepala adiknya,” cerita Indri Rosidah, kepada Tribun Medan,  Selasa (2/5/2017). Indri merupakan alumnus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang sedang mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) yang mengajar di Puncak Lolomatua. Selain Gori, di tempat perempuan asal Bandung ini mengajar, ada Latina Ndruru. Bocah perempuan ini juga kerap membawa adik bungsunya ke sekolah. Latina anak ketiga dari tujuh bersaudara, kehidupan orangtuanya cukup memperihatinkan. “Lantai rumah orang tuanya Latina masih tanah. Artinya, tidak gunakan semen sebagaimana rumah kebanyakan orang. Kemudian dinding rumahnya masih tepas, beratap rumbia dan rumah mereka paling dekat dengan sekolah ini,” kata Rosidah. Dibandingkan Latina, rumah Gori cukup lumayan, karena sudah berlantai semen dan beratap seng. Gori dan Latina membawa adik mereka ke sekolah bila kedua orangtua mereka ke ladang untuk menyadap getah ataupun pergi ke pasar. "Anaknya penuh kesadaran, dan tabah hidup dalam keadaan serba kekurangan. Saya terkesima melihat kondisi siswa-siswi di sini,” sebut Indri. Boisman Gori, siswa kelas V SD Puncak Lolomatua, Ulonoyo, Kabupaten Nias Selatan, kerap membawa menggendong adiknya ke sekolah, sementara orangtuanya menyadap karet atau pergi ke pasar. Boisman Gori, siswa kelas V SD Puncak Lolomatua, Ulonoyo, Kabupaten Nias Selatan, kerap membawa menggendong adiknya ke sekolah, sementara orangtuanya menyadap karet atau pergi ke pasar. ( TRIBUN MEDAN/JEFRI SUSETIO) Jarang yang Berbahasa Indonesia Indri mengaku masyarakat yang sangat ramah dan menghormati pendatang berbeda suku dan keyakinan, membuatnya kerasan mengajar di Puncak Lolomatua. “Saya menikmati suasana di sini, kebetulan saya tinggal di rumah warga dan respons masyarakat sangat bagus," sebutnya. "Saya orang pertama Muslim yang tinggal di kampung ini. Awalnya takut tapi alhamdulilah, tidak ada kesulitan apapun,” tambah dia. Sudah delapan bulan dia menjadi peserta program SM3T dan mengajar di Puncak Lolomatua. Selama itu ia sedikitnya memahami bahasa lokal. Awal mengajar, bukan main bingungnya Indri karena banyak murid tak bisa berbahasa Indonesia. Berbilang hari, minggu dan bulan, Indri paham murid-murid tak pandai berbahasa Indonesia karena orang tua mereka pun tak bisa. Hanya mereka sering bepergian ke kota yang dapat berbahasa Indonesia. (http://regional.kompas.com/read/2017/05/03/12120021/bocah-bocah.ini.belajar.di.sekolah.sambil.menggendong.adiknya) Berita 5 : Kado Tas Presiden Jokowi di Perbatasan Liputan6.com, Jakarta - "Pak Jokowi, minta tas," pesan singkat dari siswa Sekolah Dasar Negeri 4 di Desa Sungkung, Kecamatan Siding, Kabupaten, Bengkayang, Kalimantan Barat. Para siswa SD di perbatasan ini mengharapkan sedikit bantuan dari sang Presiden untuk membelikan mereka sebuah tas. Potret miris di Tanah Air, ketika banyak anak memiliki beberapa tas sekolah di rumahnya yang terpajang tak terpakai, tetapi anak-anak di perbatasan ini tidak memiliki satu tas pun untuk membawa keperluan belajar mereka ke sekolah. Kondisi ini terkuak ketika seorang guru bantu untuk wilayah perbatasan melalui akun Instagram @anggitpurwoto mengunggah video siswa SDN 4 Sungkung yang meminta tas tersebut. Dengan balutan seragam yang sudah lusuh, Revan, Heri Aprianto, Jhembo, Eligen Thomas menyampaikan harapannya memiliki tas sekolah. Keempat siswa ini terlihat menjinjing kantong plastik kresek menggantikan tas sekolah dan hanya menggunakan sandal jepit. Mendadak, video ini menjadi viral di media sosial. Rupanya, video 'Minta Tas' ini juga dilihat Presiden Jokowi. Bak gayung bersambut, Jokowi segera meminta sekretarisnya menyiapkan kado tas dan perlengkapan sekolah lainnya untuk siswa-siswa SD perbatasan ini. (http://news.liputan6.com/read/2919781/kado-tas-presiden-jokowi-di-perbatasan) Berita 6 : 42.622 Siswa SD/Madrasah di Surabaya Siap US, Dindik Ingatkan seperti ini kepada Penyelenggara Selasa, 9 Mei 2017 20:02 surya/sulvi sofiana Kepala Dinas Pendidikan M Iksan dalam sebuah kesempatan.  SURYA.co.id | SURABAYA - Ujian Sekolah (US) tingkat sekolah dasar dan masdrasah akan dilaksanakan pada Senin (15/5/2017). US tahun ini diikuti 860 lembaga, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya Jumat besok (12/5/2017) akan mulai menerima soal ujian. “Soal US akan dipilah per sekolah dan per subrayon, selanjutnya akan disimpan sementara di polsek. Dan pada pelaksanaan hari H-nya nanti sub rayon mendistribusikan soal ke sekolah-sekolah,” Jelas Kepala Dindik Kota Surabaya, Ikhsan, Selasa (9/5/2017). Mantan Kepala Bapemas dan KB Kota Surabaya tersebut menerangkan pelaksanaan US di Surabaya diikuti 42.622 siswa. Ia pun berpesan juga agar para siswa tetap menjaga nilai-nilai kejujuran (integritas) selama pelaksananaan US/M meskipun masih berbasis kertas. “Pada pelaksanaan US nanti diingatkan kepada ketua sub rayon, kepala sekolah, dan pengawas ruangan agar menjalankan POS dengan baik,”tegasnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (9/5/2017). Kasi Kurikulum Sekolah Dasar Munaiyah berujar pembuatan soal US telah melewati berbagai tahapan. Apalagi Dindik ikut membuat naskah soal tersebut. Mulai dari penyusunan soal, review soal, sampai dengan evaluasi soal dilakukan oleh tim yang sudah disiapkan. “Untuk persiapan ujian sekolah ini, para siswa juga telah melakukan latihan try out, baik yang melalui try out online Dindik ataupun latihan try out bersama guru di sekolah. Dindik sebelumnya juga telah menyediakan 34 paket soal latihan try out online,”lanjutnya. (http://surabaya.tribunnews.com/2017/05/09/42622-siswa-sdmadrasah-di-surabaya-siap-us-dindik-ingatkan-seperti-ini-kepada-penyelenggara) Berita 7 : Cara Unik Siswa SAIM Peringati Hari Buku Dunia, begini Bentuknya Selasa, 25 April 2017 20:34 surya/habibur rohman BUKU & PERMAIANAN - Siswa menyumbangkan buku serta melanjutkan mengikuti permainan di Sekolah Alam Insan Mulia (Saim) Surabaya,Selasa (25/4/2017).  SURYA.co.id | SURABAYA - Suasana layaknya taman bermain terlihat di halaman Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM), Selasa (25/4/2017). Berbeda dengan taman bermain yang berisi mainan jungkat-jungkit dan ayunan. Para siswa bermain permainan bowling, lempar cincin, dan engklek. Setiap berhasil bermain mereka bisa mendapat beragam hadiah. Mulai dari penghapus, pensil, buku, dan lainnya. Untuk bermain mereka harus membawa tiket, tiket inilah kunci kegiatan diadakan Achmad Tsaqib Arifudin, siswa kelas 2 SMA SAIM dan 11 temannya. Untuk mendapat tiket ini, setiap siswa harus menyumbangkan 1 buku bacaan. Mulai dari buku pelajaran, dongeng, cerita anak-anak, hingga komik. “Sekalian memperingati hari buku, kami ingin menggalang sumbangan buku perpustakaan di Ranu Pane,” jelasnya, Selasa (25/4/2017). Mengambil nama kegiatan Ruang Baca Tanpa Batas, Tsaqib dan teman-temannya ingin meningkatkan mibat baca di kawadan Ranu Pane, Lumajang. Pasalnya, setiap tahun, siswa SAIM melakukan pendakian melewati Ranu Pane. Mereka hanya melihat 1 sekolah untuk siswa SD,SMP dan TK. “Kami survei kesana, ada 6 kelas disana. 1 ruang guru dan 1 perpustakaan. Kalau kondisi sekolah dan perpus memang sangat kurang, bangku banyak yang rusak,” jelasnya. Mereka akhirnya berinisiatif secara berkala membantu sekolah tersebut. Mulai dari menambah buku di perpustakaan dengan sumbangan siswa SAIM. Selain itu mereka juga membuat proposal pada pihak luar agar mendapat dana bantuan atau tambahan buku. “Kalau dapat uang juga akan kami belikan perlengkapan buat perpustakaan. Disana nggak ada lemari juga,”terangnya. Penanggung jawab acara, Febriana Adam, menjelaskan kegiatan siswa ini dilakukan sebagai proyek yang menjadi tugas siswa. Mereka bisa melakukan beragam kegiatan,kewirausahaan charity dna lainnya. Setiap Jumat siswa SMA SAIM memiliki waktu 6 jam untuk mendiskusikan proyek mereka. “Kami para guru hanya membimbing, idenya semua dari mereka. Seperti kegiatan kali ini metrka ingin membantu siswa di daerah lain yang membutuhkan dengan melibatkan seluruh warga SAIM,”jelasnya. (http://surabaya.tribunnews.com/2017/04/25/cara-unik-siswa-saim-peringati-hari-buku-dunia-begini-bentuknya?page=2) Berita 8 : Siswa SD Datangi Pedagang Pasar Ucapkan Selamat Hari Kartini Sembari Lakukan Ini Jumat, 21 April 2017 11:56 surya/ahmad zaimul haq Salah seorang siswa memberikan bingkisan sembako kepada pedagang perempuan, Jumat (21/4/2017).  SURYA.co.id | SURABAYA - Pasar Krempyeng Bendul Merisi Besar Selatan, Surabaya didatangi 150 siswa SD Muhammadiyah 6 Surabaya, Jumat (21/4/2017). Mereka tidak berbelanja, namun siswa-siswa ini sengaja menemui para pedagang perempuan untuk memberikan sebuah bingkisan. Mereka menyusur pasar lengkap dengan pakaian kebaya dan batik. Salah satu siswa kelas lima, Alya Wahyu menghampiri Maftuha, seorang pedagang ayam potong. Alya memberikan sebuah bingkisan (sembako) dan mengucapkan "Selamat Hari Kartini". "Selamat Hari Kartini ya bu," kata Alya, lalu disambut senyum dan ucapan terima kasih dari Maftuha. Perayaan Hari Kartini, Siswa SD Muhammadiyah 6 memang berbeda. Muhammad Askan, ketua panitia acara menuturkan, melalui berbagi semacam ini, anak-anak bisa mengerti peran Kartini secara utuh. "Sebelumnya kami mengajak beberapa anak untuk observasi ke pasar. Lalu anak-anak menyimpulkan para pedagang itu juga sepatutnya merayakan Hari Kartini. Mengingat perannya yang besar, mencari nafkah untuk keluarga," jelasnya. Askan menambahkan sebelum sampai di pasar, 400 siswa di antaranya siswa kelas satu sampai enam melakukan long march, memakai busana adat Jawa. Rutenya mulai sekolah, RSAL, pasar Krempyeng dan kembali ke sekolah lagi. "Di pertengahan jalan siswa kelas satu sampai kelas empat, kembali ke sekolah. Sementara kelas lima dan enam berbagi bingkisan ke pasar," terangnya. Bingkisan yang mereka bawa bermacam. Ada sembako, kerudung, aksesoris, dan masih banyak lagi. Aksan menerangkan sekolah memang tidak menentukan barang apa yang harus dibawa. "Kami hanya memberikan minimal harga karena tidak semua orangtua wali murid sama mampunya. Selain bingkisan mereka juga menyematkan surat. Isinya adalah doa, misalnya surat milik Alya. Dia berdoa agar ibu itu diberikan kesehatan dan kekuatan menjalankan ibadahnya mencari nafkah," tutupnya. (http://surabaya.tribunnews.com/2017/04/21/siswa-sd-datangi-pedagang-pasar-ucapkan-selamat-hari-kartini-sembari-lakukan-ini) Berita 9 : Sampahnya Ganggu Sekolah, Cito Disidak Dewan Andy Satria/Radar Surabaya TUTUP HIDUNG: Sejumlah siswa kelas VI SDN Dukuh Menanggal I terpaksa menutup hidung saat mengikuti kegiatan belajar di kelas, Selasa (6/9), karena terganggu bau tak sedap dari pengelolaan limbah sampah di Cito . SURABAYA – Dianggap tak memperhatikan lingkungan dalam pengolahan limbahnya, manajemen mal City of Tomorrow (Cito) dilaporkan ke DPRD Surabaya. Untuk merespons laporan itu, Selasa (6/9), Komisi D melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Dukuh Menanggal I di Jalan Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya. Hasilnya, komisi bidang kesejahteraan rakyat (kesra) itu menemukan di kelas V dan VI tercium bau tak sedap yang berasal dari samping sekolah yang berdekatan dengan tempat pembuangan limbah dan sampah milik pusat perbelanjaan di kawasan bundaran Waru tersebut. “Baunya bikin muntah. Kayak bau bensin, solar dan sampah bekas makanan, bahkan kotoran manusia. Pernah kami sampai tidak bisa masuk kelas gara-gara bau tidak enak seperti ini,” keluh Rini Ardianti, 10, siswi kelas V B. Bahkan akibat bau yang tidak nyaman itu, ada beberapa rekannya yang mual-mual dan muntah. Beberapa bahkan mengeluhkan pusing dan sesak napas. Menurut dia, bau tak sedap itu biasa muncul pada waktu jam-jam pelajaran mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Kepala SDN Dukuh Menanggal I Umitrah mengatakan bahwa sebenarnya pihak sekolah sudah mendatangi manajemen Cito, beberapa bulan lalu, untuk menyampaikan keluhan bau tak sedap tersebut. Namun, pihak manajemen Cito tak memperbaiki sistem pengolahan limbahnya. Sebaliknya, pihak manajemen malah mendatangi sekolah dan memberikan bantuan empat unit alat pendingin udara (AC). Hingga akhirnya, pihak sekolah memutuskan mengirim surat laporan resmi ke DPRD Surabaya. Tiga bulan lalu, pihak manajemen Cito memang mendatangi sekolah dan menyatakan memberikan bantuan berupa air conditioner (AC) untuk empat kelas yang terpolusi bau tak sedap. Tapi sesuai pertimbangan lingkungan, pihak sekolah menunda penerimaan bantuan tersebut karena yang bermasalah semua kelas,” tutur Umitrah. Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Agustin Poliana mengatakan bahwa pihaknya melakukan inspeksi atas laporan pencemaran limbah dan bau menyengat dari SDN Dukuh Menanggal I. “Sebenarnya, kemarin (Senin, 5/9, Red) kami sudah lakukan hearing bersama SDN Dukuh Menanggal dan Badan Lingkungan Hidup (BLH). Tapi, pihak manajemen Cito mangkir. Alasannya, surat tidak diterima. Lha kalau (surat) tidak diterima, kenapa BLH bisa hadir,” tegas Agustin yang memimpin sidak Komisi D ke sekolah. Tak hanya meninjau lokasi kelas-kelas yang terpolusi bau tak sedap, dalam sidak itu, Komisi D juga menelusuri asal bau menyengat ke pembuangan limbah Cito. Sekitar 50 meter dari sekolah tepatnya di gang sebelah sekolah, memang ditemukan gudang sampah basah berukuran 2x3 meter persegi. Geram dengan kondisi gudang penimbunan sampah yang belum dikelola baik, Komisi D pun mendatangi pihak manajemen mal tersebut. Dalam proses diskusi yang cukup rumit itu, Komisi D menuntut pihak Cito untuk melakukan pengelolaan limbah dengan baik. Hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2005 tentang perencanaan bangunan gedung. “Cito menyalahi aturan dan melanggar ketentuan yang ada. Kalau tidak segera diselesaikan, maka akan kami cabut izin mereka,” kata Agustin Poliana. Sebab menurut dia, jika hal itu dibiarkan akan membahayakan kesehatan masyarakat dan siswa di lingkungan sekolah. “Keberadaan sampah itu mengganggu proses belajar mengajar di sekolah,” tandas politisi PDIP ini. Anggota Komisi D Reni Astuti menambahkan bahwa selain terancam akan dicabut izinnya, Cito juga mendapat ancaman denda minimal Rp 50 juta sesuai perda. “Kami minta mereka bertanggung jawab,” kata politisi PKS ini. Dituding tidak melakukan pengelolaan limbah sampah dengan baik, manajemen Cito menampik tuduhan tersebut. Operational Cito Rudianto mengatakan bahwa manajemen merasa bila pengelolaan limbah sudah sesuai dengan ketentuan atau SOP (standard operational procedure). Menurut Rudianto, selama ini pihaknya sudah membuang sampah ke tempat pembuangan akhir sebanyak dua kali sehari. “Sudah sesuai. Kemungkinan, bau menyengat itu karena proses pengangkutan limbah sampah ke dalam truk. Saat dibuka itulah, bau menyengat dan menyebar,” katanya. Meski demikian, ia mengaku bau sampah itu cuma sebentar dan segera hilang. “Sebentar saja kok baunya, tidak sampai lama,” tandas Rudianto. Pihak Cito juga mengklaim sudah melakukan penyemprotan dengan cairan kimia ke lokasi penimbunan sampah basah supaya bau menyengat bisa hilang. ”Biasanya kami lakukan pada sore hari,” ucap Rudianto. Dia menambahkan bahwa selama ini pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak SDN Dukuh Menanggal I untuk menjaga kebersihan. "Kami rutin membersihkan sungai di dekat pemukiman warga termasuk di dekat sekolah. Kami tidak mungkin membiarkannya," ujarnya. Disinggung tentang rencana pemindahan lokasi penimbunan sampah basahnya yang menimbulkan bau menyengat, Rudianto tidak bisa berkomentar. Menurutnya, hal itu harus seizing dengan pihak manajemen kantor pusat di Jakarta. (han/jay) (http://radarsurabaya.jawapos.com/read/2016/09/06/3316/sampahnya-ganggu-sekolah-cito-disidak-dewan/3) Berita 10 : Hebat, Masih Kecil Sudah Berprestasi Radar Gresik/JawaPos.com PENGHARGAAN : 2 Siswa SDIT AL Huda meraih prestasi juara I dan II O2SN tingkat Kabupaten Gresik. BAWEAN - Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Huda Sangkapura berhasil mencetak olahragawan berprestasi. Prestasi yang telah diraihnya membawa harum nama Pulau Bawean. Tahun ini, 2 siswanya berhasil meraih juara atletik kids O2SN tingkat Kabupaten Gresik, yaitu Taufiq Hidayat (kelas V) juara I putra dan Naila Alvin (kelas V) juara II putri. Sedangkan tahun sebelumnya, Sony Indra Gunawan berhasil juara II atletik kid’s O2SN tingkat Provinsi Jawa Timur. Pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kecamatan Sangkapura mereka mendapat penghargaan. Selanjutnya Taufiq Hidayat bakal mewakili kabupaten Gresik ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Prestasi yang diraih oleh siswa SDIT Al Huda tidak terlepas dari sang guru olahraga yang mendidiknya. Amilatul Husna (29 th) sebagai guru olahraga mengatakan bersyukur atas prestasi siswanya dalam mengikuti kejuaraan O2SN tingkat Kabupaten Gresik. Melaui kerja kerasnya, prestasi olahraga cabang atletik kids selalu diraihnya, baik tingkat kabupetan Gresik sampai Provinsi Jawa Timur. Mantan guru olahraga di SMA Miftahul Ulum Bunga Gresik menyatakan tujuan kedatangannya di Pulau Bawean tahun 2012 hanya untuk mendampingi sang suami yang mengajar di SMPN I Sangkapura. Kemudian mendapat tawaran dari ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Huda untuk mengajar sebagai guru olahraga di SDIT Al Huda. Selanjutnya tahun 2013 aktif mengajar. Tahun ini telah berhasil menghantarkan 2 siswa putra dan putri mengikuti pertandingan atletik kids tingkat Kabupaten Gresik. “Walaupun hanya 1 siswa yang lolos untuk mewakili kabupaten Gresik mengikuti atletik kids O2SN tingkat Provinsi Jawa Timur,”katanya. Bawean memiliki potensi khususnya dibidang olahraga. Alasannya di Pulau Bawean sangat mendukung lingkungannya.  “Lahannya sangat luas untuk berlatih, lain halnya di perkotaan yang sudah sempit,” paparnya. (bst/rtn) (http://radarsurabaya.jawapos.com/read/2016/05/04/1338/hebat-masih-kecil-sudah-berprestasi/2)

kuliah di taman bungkul

Pelayanan sim keliling Taman bungkul Surabaya merupakan salah satu alternatif yang dapat dijadikan tempat berlibur disurabaya. hari ini meskipun bukan hari libur nampak keramaian segerombol orang disisi kanan bagian depan Taman bungkul juga terlihat mobil berwarna putih dan bertuliskan "pelayanan perpanjangan SIM keliling" ternyata taman bungkul juga dijadikan tempat pelayan perpanjangan sim keliling. Suasana pagi ini sangat ramai, sembari menunggu perpanjangan SIM banyak aktifitas yang dilakukan para pengantri pengurus perpanjangan SIM tersebut. Seperti yang dilakukan oleh kumpulan bapak-bapak berbaju loreng. Mereka sedang berbincang-bincang sambil menghisap rokoknya dan bermain handphone. Ada salah satu dari TNI itu bertanya ke TNI lain "pak samean tadi juga ngisi blanko?." "Iya samean ngisi dulu pak. " jawab TNI lainnya. Selain itu ada aktivitas lain seperti yang dilakukan wanita berbaju biru dan berjilbab biru juga. Ia duduk-duduk bersama ayahnya sembari makan gorengan. Ia meletakkan blanko di atas tas nya yang menunjukkan ia adalah pengantri perpanjangan SIM juga. Semakin siang antrian malah semakin panjang. Banyak orang yang berdatangan. Hal itu juga dapat dilihat di sekitar tempat itu masih ada sekitar 5 orang yang masih sibuk mengisi blanko. Selain itu pelayanan SIM ini juga diawasi oleh petugas kepolisian dapat dilihat di sisi kiri mobil terdapat seorang laki-laki berdiri dan menggunakan pakaian coklat berompi hijau dan terdapat pangkat di lengannya. Sesekali polisi itu juga berbincang-bincang dengan orang-orang yang mengurus SIM itu. Lampu penyebrangan Taman bungkul. Lampu penyebrangan yang banyak dijumpai di sekitar jalan besar di surabaya. Lampu yang mempunyai fungsi untuk memudahkan pejalan kaki untuk menyeberang di jalan raya. Awalnya Negara-negara maju seperti jepang korea yang mempunyai inspirasi/ide untuk menggunakan lampu ini yang akhirnya ditiru oleh banyak negara termasuk negara kita. Lampu yang bentuknya tidak jauh beda dengan lampu lalulintas. lampu itu juga terdiri dari warna merah kuning dan hijau. Yang membedakan hanya ketika berwarna merah lampu itu mengeluarkan bunyi "totot totot totot" yang berarti setiap kendaraan harus berhenti dan pejalan kaki diperbolehkan melewatinya. Lampu lalulintas di taman bungkul yang letaknya disebelah kiri bagiN depan Taman bungkul. Tepat berada di samping kiri mobil pelayanan sim keliling yang dikerumuni banyak warga. Lampu itu banyak membantu pejalan kaki yang akan menuju ke taman bungkul dan area sekitar taman bungkul. Terlihat sekilas ibu-ibu yang menggendong anaknya sedang melewati jalan raya dengan menekan tombol lampu itu. Secara tidak langsung mobil yang melewati jalan itu langsung berhenti. Dan berjalan lagi setelah lampu itu berubah menjadi warna hijau. Namun tidak sedikit yang melanggar tata tertib juga. Mobil avanza berwarna hitam itu tetap melaju kencang meskipun lampu lalulintas sudah berwarna merah dan menggeluarkan bunyi. Alhasil polisi yang berdiri disebelah mobil sim keliling itu langsung menyetop dan menegur mobil avanza tadi.

Selasa, 02 Mei 2017

Habiskan Waktu Liburan, Mahasiswa UINSA Sibuk Organisasi

Libur semester merupakan waktu yang ditunggu-tunggu mahasiswa, banyak mahasiswa yang menghabiskan waktu liburannya dengan pulang kampung, berwisata, dan bekerja. Namun tidak sedikit mahasiswa yang menghabiskan waktu liburannya untuk berorganisasi begitu dengan mahasiswa UINSA. Menurut beberapa mahasiswa UINSA yang berhasil dilansir pada Rabu 20 februari 2017 lalu mereka mengatakan organisasi merupakan hal penting kedua setelah perkuliahan, seperti yang dikatakan M. Enggar Maulana Putra mahasiswa UINSA prodi PGMI semester 6 bahwa organisasi itu banyak manfaatnya yang berguna setelah lulus. " Bagi saya organisasi itu rumah kedua saya, disini saya bisa belajar apa yang tidak saya dapatkan di bangku perkuliahan, dengan ikut organisasi kita punya banyak manfaat setelah lulus nanti, oleh karena itu saya menghabiskan waktu liburan saya dengan ikut kegiatan organisasi, mengisi waktu kosong dengan hal-hal yang bermanfaat". Tuturnya. Beliau juga menceritakan apa saja yang dilakukan ketika mengikuti organisasi itu. " pada saat berkumpul dengan anggota organisasi yang lain yah kita berdiskusi tentang program kerja terdekat, berdiskusi permasalahan selama perkuliahan, jadi kita bisa sharing berbagi pengalaman, saling membantu satu sama lain, yang paling terpenting itu kita bisa kumpul bareng, seneng-seneng bareng, bercanda bareng itu hal yang tidak bisa Ditukar dengan apaapun". Ungkapnya. Begitu juga dengan mahasiswi Pendidikan Matematika semester 2 dirvatus sakdiyah, ia juga mengatakan bahwa ia menghabiskan waktu liburannya untuk berorganisasi dan menjadi panitia olimpiade dan lomba. " Selama liburan saya menghabiskan waktu dengan mengikuti organisasi yakni HIMAPTIKA (HMP Pendidikan Matematika). Karena organisasi tersebut akan mengadakan olimpiade Matematika se-jawa dan lomba KTI (karya tulis ilmiah) sehingga membuat saya harus merelakan waktu liburan untuk mengurusi kegiatan itu ". Katanya. Wanita yang akrab disapa Dirva itu juga menambahkan bahwa organisasi itu mempunyai banyak sekali manfaatnya seperti yang diungkapkan Enggar. "Dengan berorganisasi kita dapat melakukan kegiatan positif yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. " ujarnya.

Rabu, 26 April 2017

review materi ke 8

Assalamualaikum Wr.Wb nah kali ini saya akan meriew materi pertemuan ke 8 tentang kesalahan-kesalahan penulisan jurnalis.meskipun saya sendiri masih banyak kesalahan dalam penulisan ini masih tahap belajar kok hehehe.. Oke silahkan disimak Wartawan sering dituding sebagai perusak bahasa Indonesia, karena kurangnya dalam penulisan seperti, penggunaan ejaan, pemilihan kata, penyusunan kalimat, dan lain sebagainya. Tapi ada juga yang dengan sengaja merusak bahasa, sejak bergulirnya era kebebasan pers, mulai bermunculan beberapa Koran dan tabloid penganut the yellow journalism. Koran-koran atau tabloid-tabloid ini bukan hanya penuh sensasi, tetapi juga menjungkirbalikkan semua rambu-rambu penulisan bahasa jurnalistik. - Contoh ejaan Di yang benar dan salah Dimana Surabaya? (salah) Di mana Surabaya? (benar) - Contoh ejaan koma yang benar dan salah Mulhad, adalah seorang tokoh masyarakat di desanya yang menjadi saingan Mark dalam Pilkades (salah) Mulhad adalah seorang tokoh masyarakat di desanya yang menjadi saingan Mark dalam Pilkades. - Contoh susunan kalimat yang salah dan benar Sewaktu digeledah petugas menemukan buku-buku terlarang di tasnya. (salah) Sewaktu tersangka digeledah, petugas menemukan buku-buku terlarang di tasnya. (benar) - Contoh penggunaan kata yang salah dan benar Kasus perkara korupsi itu akan segera dilimpahkan ke pengadilan (salah) Kasus korupsi itu akan segera dilimpahkan ke pengadilan (benar) - Contoh Kaidah tata bahasa yang salah dan benar Batavia memasukkan 6 gol dan kemasukkan 5 gol (salah) karena me-kan dan ke-kan Batavia memasukkan 6 gol dan kemasukan 5 gol. (benar) karena me-kan dank e-an Kalimat rancu Kalimat rancu acapkali digunakan oleh wartawan karena kurangnya kemampuan menggunakan bahasa Indonesia yang benar dalam jurnalistik. Kalimat rancu seperti kesalahan penggunaan sufiks (akhiran) –kan dan sufiks –i hampir setiap hari dilihat di surat kabar

review materi ke 7

Hallo guys, pada pertemuan ke 7 ini, kami membahas mengenai berita dan wawancara.Berikut ini pembahasannya. Berita harus segera dimuat dan aktual, maka berita haruslah padat, langsung, singkat, dan menggunakan bahasa yang lugas (tidak berbunga-bunga). Penulisan berita harus disesuaikan dengan kebutuhan pembaca, yang karena kesibukannya tidak memiliki banyak waktu untuk membaca berita berlama-lama. Unsure-unsur berita yang harus dicakup meliputi jawaban atas 6 pertanyaan yang disebut 5W+1H (who, what, where, when, why, dan how). 1.Apa Berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku maupun korban (kalau ada) dalam suatu kejadian. 2.Siapa Mengandung fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terlibat dalam suatu kejadian. Orang yang terlibat itu harus dapat diidentifikasi selengkap-lengkapnya: nama, usia, alamat, pekerjaan, jabatan, dan atribut-atribut lain yang melekat pada diri orang tersebut. 3.Di mana Menyangkut tempat kejadian. Nama tempat harus diidentifikasi dengan jelas, akan lebih baik apabila karakteristik tempat kejadian tersebut juga diberitakan. 4.Bilamana Berkaitan dengan waktu kejadian atau kemungkinan (perkiraan waktu) yang berkaitan dengan kejadian tersebut. 5.Mengapa Berisi fakta yang mengandung latar belakang atau penyebab terjdinya suatu peristiwa. 6. Bagaimana Memberikan fakta yang berkaitan dengan proses kejadian yang diberitakan: bagaimana terjadinya, bagaimana pelaku melakukan perbuatannya, atau bagaimana korban mengalami nasibnya. Berita tidak sama dengan karya tertulis, lain seperti novel atau cerita pendek. Ia ditulis menggunakan bahasa Indonesia ragam jurnalistik. Menulis lead merupakan pekerjaan tersulit. Lead merupakan bagian terpenting. Paling kuat/menonjol merupakan rangkuman inti sari dari sebuah berita. Bagian tubuh (body) menguraikan lebih lanjut unsure-unsur fakta yang terdapat dalam lead. Unsur mengapa dan bagaimana biasanya yang paling bayak diuraikan. Di bagian ini terdapat bagian yang disebut dengan perluasan bagian utama/lead, biasanya memuat unsure berita yang belum termuat di dalam lead. Cirri berita langsung (straight news) yang paling mudah dikenali adalah pada permulaan berita. Setelah judul di ikuti dengan keterangan tempat dan disusul denga nama penerbit pers yang bersangkutan, misal Tempo Jakarta. Dari susunan urainnya, berita langsung bisa dikenali dari strukturnya yang dikenal dennga istilah piramida terbalik. Di mana bagian yang paling pentinng ditempatkan di bagian yang paling awal dan di susul denga bagian yang kuranng penting. Wawancara atau interview merupakan salah satu cara menggali informasi lewat percakapan antara wartawan dengan seseorang yang menjadi sumber berita. Wartawan tidak bisa mewawancarai sembarang orang. Seseorang yang diwawancarai adalah seseorang atau sejumlah orang yang oleh karena kedudukannya, peranannya, keterlibatannya, kompetensi/keahliannya, dan pengalamannya, dianggap memiliki informasi penting, yang dibutuhkan wartawan sebagai bahan penulisan berita. Persiapan dalam wawancara sebagai berikut. 1.Menyusun pertanyaan, mengenai permasalahan yang akan ditanyakan secara runtut yang mengandung 5W+1H. 2.Memastikan bahwa sumber berita benar-benar meguasai permasalahan yang akan ditanyakan. 3.Melakukan kontak/janjian dengan sumber berita untuk memastikan waktu dan permasalahannya. 4.Apabila diminta, wartawan bisa memberikan daftar pertanyaan terlebih dahulu, agar sumber berita siap dengan bahan yang diperlukan. 5.Persiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk mencatat atau merekam hasil wawancara, misalnya:notes, pena, dan alat perekam. Cara-cara melakukan wawancara 1.Cek terlebih dahulu perjanjian yang sudah dibuat dengan sumber berita. 2.Bersikap sopan dan memperkenalkan diri terlebih dahulu dengan menyebutkan identitas nama dan asal media massa . 3.Ajukan pertanyaan secara ringkas, jelas, dan to the point. Apabila sumber berita terkesan berusaha menutupi informasi, lakukan pertanyaan yang tidak langsung. Jangan memberondong sumber berita dengan pertanyaan. Dengarkan apa jawaban sumber berita atas pertanyaan sebelumnya. 4.Membuat suasana santai. Jangan mengeluarkan notes, alat perekan, atau mengambil foto tanpa terlebih dahulu eminta izin. 5.Tidak mencatat selama melakukan wawancara. Namun, berusaha mengingat isi pembicaraan, dn setelah selesai wawancara, baru menuliskan catatannya. 6.Berusaha menjaga agar masalah tidak keluar dan melebar ke pembicaraan yang tidak relevan. 7.Tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan bodoh, misalnya: pertanyaan yang retoris atau pertanyaan yang tidak peka kepada perasaan sumber berita. 8.Apabila akan mengalihkan percakapan ke permasalahan yang berbeda, mintalah izin terlebih dahulu kepada sumber berita. 9.Menjaga/melindungi kerahasiaan identitas sumber berita yang ideal adalah apabila sumber berita mau sebutkan identitasnya dengan jelas. Namun, apabila ia berkeberatan, maka wartawan harus menjaga kerahasiaan identitasnya. Macam-macam wawancara, yaitu sebagai berikut. 1.Factual news interview Wawancara dengan sumber berita yang memiliki otoritas atau engetahui dengan persis suatu peritiwa atau permasalahan yang hendak diberitakan. 2.Casual interview (doorstop) Wawancara yang tidak diatur atau direncanakan lebih dahulu. Dilakukan secara mendadak pada saat wartawan bertemu dengan sumber berita. 3.Group interview Wawancara yang dilakukan oleh sejumlah wartawan dari berbagai medi massa dengan seorang sumber berita. Hal ini terjadi terutama pada acara konferensi pers atau jumpa pers. 4.Personality interview Wawancara yang memiliki tujuan khusus, yaitu untuk meggali penjelasan lebih jauh mengenai pribadi seseorang. Biasanya berkaitan dengan penulisan profil seseorang. Selain itu Sumber berita melalui liputan. Liputan dilakukan denngan cara melakukan observasi dan wawancara secara langsung pada peristiwa yang akan dilaporkan. Hal ini bisa dilakukan untuk berita-berita sudah diduga atau terjadwal. Di dalam melakukan liputan, wartawan harus bisa mengumpulkan informasi yang lengkap, meliputi 5W+1H. untuk berita-berita yang tak terduga, yang biasanya sudah terjadi tanpa kehadiran wartawan di tempat peristiwa, maka wartawan melakukan liputan dengan menggali informasi melalui wawancara. Demikian review yang dapat sampaikan, semoga bermanfaat dan terima Kasih sudah membaca. Wassalamu'aikum Wr. WB

Minggu, 09 April 2017

review 6

Assalamualaikum guys,ketemu lagi mich jangan bosen-bosen baca postinganku ya ini juga proses perbaikan tulisan.kali ini saya akan membagikan sedikit pembahasan dari kuliah minggu lagu yang membahas tentang wawancara dan straight new.silahkan dibaca :) A. Wawancara dan straight news Wawancara merupakan kegiatb Bertanya, mendengar, dan mecatat. Sebelum melakukan wawancara kita harus memilih narasumber terlebih dahulu. Memilih narasumber tidak hanya memilih saja tapi harus disesuaikan dengan objek dan tema pemberitaan, memahami antropologi masyarakat dan tempat ia bekerja, mengetahui fungsi dan struktur masyarakat ia bekerja Berita harus bersifat aktual, padat, langsung, dan berbahasa lugas (tidak bertele-tele) sehingga pembaca tidak membutuhkan waktu banyak untuk membacanya serta ditulis menggunakan bahasa Indonesia ragam Jurnalistik. Berita merupakan peristiwa yang memenuhi unsur 5W+1H (what, where, who, when,why+how): 1. What (Apa). Berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku atau korban (kalau ada) dalam suatu kejadian. 2.who (Siapa). Mengandung fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terlibat dalam suatu kejadian. Orang yang terlibat itu harus dapat diidentifikasi selengkap-lengkapnya. 3. Where (Dimana) Menyangkut tempat kejadian. Nama tempat harus bisa diidentifikasi dengan jelas. Ada baiknya apabila karakteristik tempat itu juga diberitakan. 4. Whene (Bilamana) Berkaitan dengan waktu kejadian atau kemungkinan (perkiraan waktu) yang berkaitan dengan kejadian tesebut 5. Why (Mengapa) Berisi fakta yang mengandung latar belakang atau penyebwawancarainya suatu kejadian. 6. How (Bagaimana) Memberikan fakta yang berkaitan dengan proses kejadian yang diberitakan. Menulis "lead" merupakan pekerjaan tersulit. Lead merupakan pekerjaan terpenting, paling kuat atau menonjol, merupakan rangkuman inti Sari dari sebuah peristiwa. Kadang lead memuat keseluruhan unsur 5W+1H. Dalam kasus dimana lead tidak memuat seluruh unsur 5W+1H. Maka beberapa unsur yang paling menonjol dalam peristiwa itu yang dimuat disana. Selanjutnya bagian "body" yaitu menguraikan lebih lanjut bagian yang belum ada pada "lead". Untuk mendapatkan sebuah berita, dapat dilakukan dengan cara wawancara, obsevasi dan studi literatur. Untuk kali ini kita akan membahas tentang wawancara. Wawancara adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi melalui percakapan antara wartawan dengan narasumber. Narasumber sendiri tidak sembarang. Kedudukan, peranan, keahlian narasumber harus dapat membantu pencarian informasi. Berikut adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan wawancara : 1. Menyusun pertanyaan. 2. Memastikan narasumber tepat (daham dan sesuai dengan permasalahan) 3. Melakukan kontak atau janjian. 4. Apabila diminta, wartawan bisa memberikan daftar pertanyaaan terlebih dahulu agar narasumber bisa bersiap-siap. 5. Menyiapkan alat-alat yang digunakan untuk mencatat dan merekam hasil wawancara seperti note, pena dan alat perekam. Selain itu, saat melakukan wawancara, wartawan harus memperhatikan hal-hal bernews : Cek perjanjian yang telah dibuat. Bersikap sopan santun dan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Mengajukan pernyataan ringkas, jelas dan to the point. Jika narasumber terkesan tertutup, maka ajukan pertanyaaan tidak langsung. Jangan memberondong narasumber dengan pertanyaan. Membuat suasana santai. Tidak mencatat selama wawancara berlangsung. Berusaha menjaga agar masalah tidak keluar dari topik pembahasan. Tidak mengajukan pertanyaan "bodoh". Meminta izin jika ingin mengalihkan topik pembicaraan. Menjaga atau melindungi kerahasiaan identitas narasumber. Menghormati permintaan untuk off the record. Mengucapkan terimakasih saat selesai melakukan wawancara. B. Jenis-jenis wawancara : 1. Factual News Interview Wawancara dengan sumber berita yang memiliki otoritas atau mengetahui dengan persis suatu peristiwa yabg diberitakan. 2. Casual interviewing (Doorstop) Wwawancara yang tidak direncanakan terlebih dahulu atau mendadak saat bertemu Sumber berita. 3. Group interview Wawancara dilakukan oleh sejumlah wartawan dari berbagai media massa dengan satu Sumber berita. Biasa dilakukan saat konferensi pers atau jumpa pers. 4. Personality Interview Wawancara dilakukan dengan tujuan khusus, untuk menggali penjelasan lebih jauh dari seseorang. Straight news atau berita keras Biasanya pada permulaan berita setelah judul, diikuti keterangan tempat, disusul dengan bama penerbit pers, dalam susunannya straight news memiliki susunan yang dinamai "piramida terbalik". Dalam menulis berita usahakan singkat dan sederhanadan menghindari kalimat rumit, sebagai berikut : 1. Menaati aturan EYD. 2. Menaati kaidah bahas indonesia yang berlaku. 3. Tidak meninggalkan prefiks me- dan ber- kecuali judul berita. 4. Menggunakan kalimat yang pendek dan lengkap. 5. Menggunakan kalimat logis yang berisi satu gagasan saja. 6. Satu paragraf berisi 2 sampai 3 kalimat. Dan menjaga kepaduan kalimat. 7. Menggunakan kalimat bentuk aktif, dan menggunakan kalimat pasif jika perlu. 8. Tidak menggunakan kalimat klise. 9. Membatasi kata-kata mubadzir. 10. Tidak mencampur adukkan kalimat aktif dan pasif 11. Tidak menggunakan kata ilmiah yang terlalu teknis, dan menjelaskan jika perlu. 12. Membatasi penggunaan singakatan atau akronim. 13. Mendahulukan kata yang pendek daripada yang panjang. 14. Menggunakan sudut pandang orang yang ketiga. 15. Kutipan diletakkan pada akhir paragraf atau paragraf baru. 16. Tidak memasukkan pendapat sendiri. 17. Menjelaskan secara spesifik hasil berita. 18. Bahasa harus dipahami oleh pembaca.