Rabu, 26 April 2017
review materi ke 8
Assalamualaikum Wr.Wb nah kali ini saya akan meriew materi pertemuan ke 8 tentang kesalahan-kesalahan penulisan jurnalis.meskipun saya sendiri masih banyak kesalahan dalam penulisan ini masih tahap belajar kok hehehe.. Oke silahkan disimak
Wartawan sering dituding sebagai perusak bahasa Indonesia, karena kurangnya dalam penulisan seperti, penggunaan ejaan, pemilihan kata, penyusunan kalimat, dan lain sebagainya. Tapi ada juga yang dengan sengaja merusak bahasa, sejak bergulirnya era kebebasan pers, mulai bermunculan beberapa Koran dan tabloid penganut the yellow journalism. Koran-koran atau tabloid-tabloid ini bukan hanya penuh sensasi, tetapi juga menjungkirbalikkan semua rambu-rambu penulisan bahasa jurnalistik.
- Contoh ejaan Di yang benar dan salah
Dimana Surabaya? (salah)
Di mana Surabaya? (benar)
- Contoh ejaan koma yang benar dan salah
Mulhad, adalah seorang tokoh masyarakat di desanya yang menjadi saingan Mark dalam Pilkades (salah)
Mulhad adalah seorang tokoh masyarakat di desanya yang menjadi saingan Mark dalam Pilkades.
- Contoh susunan kalimat yang salah dan benar
Sewaktu digeledah petugas menemukan buku-buku terlarang di tasnya. (salah)
Sewaktu tersangka digeledah, petugas menemukan buku-buku terlarang di tasnya. (benar)
- Contoh penggunaan kata yang salah dan benar
Kasus perkara korupsi itu akan segera dilimpahkan ke pengadilan (salah)
Kasus korupsi itu akan segera dilimpahkan ke pengadilan (benar)
- Contoh Kaidah tata bahasa yang salah dan benar
Batavia memasukkan 6 gol dan kemasukkan 5 gol (salah) karena me-kan dan ke-kan
Batavia memasukkan 6 gol dan kemasukan 5 gol. (benar) karena me-kan dank e-an
Kalimat rancu
Kalimat rancu acapkali digunakan oleh wartawan karena kurangnya kemampuan menggunakan bahasa Indonesia yang benar dalam jurnalistik. Kalimat rancu seperti kesalahan penggunaan sufiks (akhiran) –kan dan sufiks –i hampir setiap hari dilihat di surat kabar
review materi ke 7
Hallo guys, pada pertemuan ke 7 ini, kami membahas mengenai berita dan wawancara.Berikut ini pembahasannya.
Berita harus segera dimuat dan aktual, maka berita haruslah padat, langsung, singkat, dan menggunakan bahasa yang lugas (tidak berbunga-bunga). Penulisan berita harus disesuaikan dengan kebutuhan pembaca, yang karena kesibukannya tidak memiliki banyak waktu untuk membaca berita berlama-lama. Unsure-unsur berita yang harus dicakup meliputi jawaban atas 6 pertanyaan yang disebut 5W+1H (who, what, where, when, why, dan how).
1.Apa
Berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku maupun korban (kalau ada) dalam suatu kejadian.
2.Siapa
Mengandung fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terlibat dalam suatu kejadian. Orang yang terlibat itu harus dapat diidentifikasi selengkap-lengkapnya: nama, usia, alamat, pekerjaan, jabatan, dan atribut-atribut lain yang melekat pada diri orang tersebut.
3.Di mana
Menyangkut tempat kejadian. Nama tempat harus diidentifikasi dengan jelas, akan lebih baik apabila karakteristik tempat kejadian tersebut juga diberitakan.
4.Bilamana
Berkaitan dengan waktu kejadian atau kemungkinan (perkiraan waktu) yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
5.Mengapa
Berisi fakta yang mengandung latar belakang atau penyebab terjdinya suatu peristiwa.
6. Bagaimana
Memberikan fakta yang berkaitan dengan proses kejadian yang diberitakan: bagaimana terjadinya, bagaimana pelaku melakukan perbuatannya, atau bagaimana korban mengalami nasibnya.
Berita tidak sama dengan karya tertulis, lain seperti novel atau cerita pendek. Ia ditulis menggunakan bahasa Indonesia ragam jurnalistik. Menulis lead merupakan pekerjaan tersulit. Lead merupakan bagian terpenting. Paling kuat/menonjol merupakan rangkuman inti sari dari sebuah berita.
Bagian tubuh (body) menguraikan lebih lanjut unsure-unsur fakta yang terdapat dalam lead. Unsur mengapa dan bagaimana biasanya yang paling bayak diuraikan. Di bagian ini terdapat bagian yang disebut dengan perluasan bagian utama/lead, biasanya memuat unsure berita yang belum termuat di dalam lead.
Cirri berita langsung (straight news) yang paling mudah dikenali adalah pada permulaan berita. Setelah judul di ikuti dengan keterangan tempat dan disusul denga nama penerbit pers yang bersangkutan, misal Tempo Jakarta. Dari susunan urainnya, berita langsung bisa dikenali dari strukturnya yang dikenal dennga istilah piramida terbalik. Di mana bagian yang paling pentinng ditempatkan di bagian yang paling awal dan di susul denga bagian yang kuranng penting.
Wawancara atau interview merupakan salah satu cara menggali informasi lewat percakapan antara wartawan dengan seseorang yang menjadi sumber berita. Wartawan tidak bisa mewawancarai sembarang orang. Seseorang yang diwawancarai adalah seseorang atau sejumlah orang yang oleh karena kedudukannya, peranannya, keterlibatannya, kompetensi/keahliannya, dan pengalamannya, dianggap memiliki informasi penting, yang dibutuhkan wartawan sebagai bahan penulisan berita.
Persiapan dalam wawancara sebagai berikut.
1.Menyusun pertanyaan, mengenai permasalahan yang akan ditanyakan secara runtut yang mengandung 5W+1H.
2.Memastikan bahwa sumber berita benar-benar meguasai permasalahan yang akan ditanyakan.
3.Melakukan kontak/janjian dengan sumber berita untuk memastikan waktu dan permasalahannya.
4.Apabila diminta, wartawan bisa memberikan daftar pertanyaan terlebih dahulu, agar sumber berita siap dengan bahan yang diperlukan.
5.Persiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk mencatat atau merekam hasil wawancara, misalnya:notes, pena, dan alat perekam.
Cara-cara melakukan wawancara
1.Cek terlebih dahulu perjanjian yang sudah dibuat dengan sumber berita.
2.Bersikap sopan dan memperkenalkan diri terlebih dahulu dengan menyebutkan identitas nama dan asal media massa .
3.Ajukan pertanyaan secara ringkas, jelas, dan to the point. Apabila sumber berita terkesan berusaha menutupi informasi, lakukan pertanyaan yang tidak langsung. Jangan memberondong sumber berita dengan pertanyaan. Dengarkan apa jawaban sumber berita atas pertanyaan sebelumnya.
4.Membuat suasana santai. Jangan mengeluarkan notes, alat perekan, atau mengambil foto tanpa terlebih dahulu eminta izin.
5.Tidak mencatat selama melakukan wawancara. Namun, berusaha mengingat isi pembicaraan, dn setelah selesai wawancara, baru menuliskan catatannya.
6.Berusaha menjaga agar masalah tidak keluar dan melebar ke pembicaraan yang tidak relevan.
7.Tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan bodoh, misalnya: pertanyaan yang retoris atau pertanyaan yang tidak peka kepada perasaan sumber berita.
8.Apabila akan mengalihkan percakapan ke permasalahan yang berbeda, mintalah izin terlebih dahulu kepada sumber berita.
9.Menjaga/melindungi kerahasiaan identitas sumber berita yang ideal adalah apabila sumber berita mau sebutkan identitasnya dengan jelas. Namun, apabila ia berkeberatan, maka wartawan harus menjaga kerahasiaan identitasnya.
Macam-macam wawancara, yaitu sebagai berikut.
1.Factual news interview
Wawancara dengan sumber berita yang memiliki otoritas atau engetahui dengan persis suatu peritiwa atau permasalahan yang hendak diberitakan.
2.Casual interview (doorstop)
Wawancara yang tidak diatur atau direncanakan lebih dahulu. Dilakukan secara mendadak pada saat wartawan bertemu dengan sumber berita.
3.Group interview
Wawancara yang dilakukan oleh sejumlah wartawan dari berbagai medi massa dengan seorang sumber berita. Hal ini terjadi terutama pada acara konferensi pers atau jumpa pers.
4.Personality interview
Wawancara yang memiliki tujuan khusus, yaitu untuk meggali penjelasan lebih jauh mengenai pribadi seseorang. Biasanya berkaitan dengan penulisan profil seseorang.
Selain itu Sumber berita melalui liputan. Liputan dilakukan denngan cara melakukan observasi dan wawancara secara langsung pada peristiwa yang akan dilaporkan. Hal ini bisa dilakukan untuk berita-berita sudah diduga atau terjadwal. Di dalam melakukan liputan, wartawan harus bisa mengumpulkan informasi yang lengkap, meliputi 5W+1H. untuk berita-berita yang tak terduga, yang biasanya sudah terjadi tanpa kehadiran wartawan di tempat peristiwa, maka wartawan melakukan liputan dengan menggali informasi melalui wawancara.
Demikian review yang dapat sampaikan, semoga bermanfaat dan terima Kasih sudah membaca.
Wassalamu'aikum Wr. WB
Minggu, 09 April 2017
review 6
Assalamualaikum guys,ketemu lagi mich jangan bosen-bosen baca postinganku ya ini juga proses perbaikan tulisan.kali ini saya akan membagikan sedikit pembahasan dari kuliah minggu lagu yang membahas tentang wawancara dan straight new.silahkan dibaca :)
A. Wawancara dan straight news
Wawancara merupakan kegiatb Bertanya, mendengar, dan mecatat. Sebelum melakukan wawancara kita harus memilih narasumber terlebih dahulu. Memilih narasumber tidak hanya memilih saja tapi harus disesuaikan dengan objek dan tema pemberitaan, memahami antropologi masyarakat dan tempat ia bekerja, mengetahui fungsi dan struktur masyarakat ia bekerja
Berita harus bersifat aktual, padat, langsung, dan berbahasa lugas (tidak bertele-tele) sehingga pembaca tidak membutuhkan waktu banyak untuk membacanya serta ditulis menggunakan bahasa Indonesia ragam Jurnalistik.
Berita merupakan peristiwa yang memenuhi unsur 5W+1H (what, where, who, when,why+how):
1. What (Apa).
Berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan oleh pelaku atau korban (kalau ada) dalam suatu kejadian.
2.who (Siapa).
Mengandung fakta yang berkaitan dengan setiap orang yang terlibat dalam suatu kejadian. Orang yang terlibat itu harus dapat diidentifikasi selengkap-lengkapnya.
3. Where (Dimana)
Menyangkut tempat kejadian. Nama tempat harus bisa diidentifikasi dengan jelas. Ada baiknya apabila karakteristik tempat itu juga diberitakan.
4. Whene (Bilamana)
Berkaitan dengan waktu kejadian atau kemungkinan (perkiraan waktu) yang berkaitan dengan kejadian tesebut
5. Why (Mengapa)
Berisi fakta yang mengandung latar belakang atau penyebwawancarainya suatu kejadian.
6. How (Bagaimana)
Memberikan fakta yang berkaitan dengan proses kejadian yang diberitakan.
Menulis "lead" merupakan pekerjaan tersulit. Lead merupakan pekerjaan terpenting, paling kuat atau menonjol, merupakan rangkuman inti Sari dari sebuah peristiwa. Kadang lead memuat keseluruhan unsur 5W+1H. Dalam kasus dimana lead tidak memuat seluruh unsur 5W+1H. Maka beberapa unsur yang paling menonjol dalam peristiwa itu yang dimuat disana. Selanjutnya bagian "body" yaitu menguraikan lebih lanjut bagian yang belum ada pada "lead".
Untuk mendapatkan sebuah berita, dapat dilakukan dengan cara wawancara, obsevasi dan studi literatur. Untuk kali ini kita akan membahas tentang wawancara.
Wawancara adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi melalui percakapan antara wartawan dengan narasumber. Narasumber sendiri tidak sembarang. Kedudukan, peranan, keahlian narasumber harus dapat membantu pencarian informasi.
Berikut adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan wawancara :
1. Menyusun pertanyaan.
2. Memastikan narasumber tepat (daham dan sesuai dengan permasalahan)
3. Melakukan kontak atau janjian.
4. Apabila diminta, wartawan bisa memberikan daftar pertanyaaan terlebih dahulu agar narasumber bisa bersiap-siap.
5. Menyiapkan alat-alat yang digunakan untuk mencatat dan merekam hasil wawancara seperti note, pena dan alat perekam.
Selain itu, saat melakukan wawancara, wartawan harus memperhatikan hal-hal bernews :
Cek perjanjian yang telah dibuat.
Bersikap sopan santun dan memperkenalkan diri terlebih dahulu.
Mengajukan pernyataan ringkas, jelas dan to the point.
Jika narasumber terkesan tertutup, maka ajukan pertanyaaan tidak langsung.
Jangan memberondong narasumber dengan pertanyaan.
Membuat suasana santai.
Tidak mencatat selama wawancara berlangsung.
Berusaha menjaga agar masalah tidak keluar dari topik pembahasan.
Tidak mengajukan pertanyaan "bodoh".
Meminta izin jika ingin mengalihkan topik pembicaraan.
Menjaga atau melindungi kerahasiaan identitas narasumber.
Menghormati permintaan untuk off the record.
Mengucapkan terimakasih saat selesai melakukan wawancara.
B. Jenis-jenis wawancara :
1. Factual News Interview
Wawancara dengan sumber berita yang memiliki otoritas atau mengetahui dengan persis suatu peristiwa yabg diberitakan.
2. Casual interviewing (Doorstop)
Wwawancara yang tidak direncanakan terlebih dahulu atau mendadak saat bertemu Sumber berita.
3. Group interview
Wawancara dilakukan oleh sejumlah wartawan dari berbagai media massa dengan satu Sumber berita. Biasa dilakukan saat konferensi pers atau jumpa pers.
4. Personality Interview
Wawancara dilakukan dengan tujuan khusus, untuk menggali penjelasan lebih jauh dari seseorang.
Straight news atau berita keras
Biasanya pada permulaan berita setelah judul, diikuti keterangan tempat, disusul dengan bama penerbit pers, dalam susunannya straight news memiliki susunan yang dinamai "piramida terbalik".
Dalam menulis berita usahakan singkat dan sederhanadan menghindari kalimat rumit, sebagai berikut :
1. Menaati aturan EYD.
2. Menaati kaidah bahas indonesia yang berlaku.
3. Tidak meninggalkan prefiks me- dan ber- kecuali judul berita.
4. Menggunakan kalimat yang pendek dan lengkap.
5. Menggunakan kalimat logis yang berisi satu gagasan saja.
6. Satu paragraf berisi 2 sampai 3 kalimat. Dan menjaga kepaduan kalimat.
7. Menggunakan kalimat bentuk aktif, dan menggunakan kalimat pasif jika perlu.
8. Tidak menggunakan kalimat klise.
9. Membatasi kata-kata mubadzir.
10. Tidak mencampur adukkan kalimat aktif dan pasif
11. Tidak menggunakan kata ilmiah yang terlalu teknis, dan menjelaskan jika perlu.
12. Membatasi penggunaan singakatan atau akronim.
13. Mendahulukan kata yang pendek daripada yang panjang.
14. Menggunakan sudut pandang orang yang ketiga.
15. Kutipan diletakkan pada akhir paragraf atau paragraf baru.
16. Tidak memasukkan pendapat sendiri.
17. Menjelaskan secara spesifik hasil berita.
18. Bahasa harus dipahami oleh pembaca.
Minggu, 02 April 2017
review materi 5
Assalamualaikum wr.wb
Hy guys jumpa lagi dengan saya, direview saya sebelumnya sudah membahas tentang jurnalisme, dan kali ini saya akan menambahi sedikit tentang jurnalisme yaitu sembilan inti prinsip jurnalisme dan akan dilanjutkan dengan pembahasan berita.
Untuk yang pertama, prinsip-prinsip jurnalisme. Sebernarnya di dalam jurnalisme itu terdapat prinsip-prinsip yang harus dijadikan pegangan bagi seorang jurnalisme. Prinsip-prinsip ini biasa dikenal dengan sembilan inti prinsip jurnalisme. Apa saja sih sembilan prinsip-prinsip itu? Nah berikut ini pembahasannya.
Sembilan inti prinsip jurnalisme yaitu :
1. Loyalitas pertama jurnalisme adalah kepada warga masyarakat maksutnya jurnalisme itu bekerja mencari informasi untuk masyarakat umum bukan untuk dirinya sendiri.
2. Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran, orientasi jurnalisme mengutamakan kebenaran umum.
3. Inti jurnalisme adalah disiplin untuk verifikasi yaitu memverifikasi data yang sudah didapat.
4. Para wartawan jarus memiliki kebebasan dari sumber yang mereka input, disini wartawan harus mempunyai pemikiran yang bebas terhadap sumber yang mereka input maksutnya bersifat netral.
5. Wartawan harus mengemban tugas sebagai pemantau yang bebas terhadap kekuasaan.
6. Jurnalisme harus menyediakan forum untuk kritik dan komentar publik.
7. Jurnalisme harus menjaga agar berita itu proporsional dan komprehensif, berita yang dimuat harus lengkap dan disajikan secara menyeluruh.
8. Wartawan harus membuat yang penting menjadi menarik dan relevan. maksutnya berita itu bukan hanya yang diinginkan tapi juga yang dibutuhkan masyarakat.
9. Wartawan itu memiliki kewajiban utama terhadap suara hatinya.
Untuk Selanjutnya pembahasan tentang berita meliputi :
A. Pengertian
Berita adalah suatu peristiwa atau kejadian yang mempunyai news value sehingga layak dipublikasikan.
Unsur-unsur News value yaitu :
1. Significant (penting) : yang berpengaruh bagi banyak orang.
2. Megnitude (besar) : kejadian bersifat kolosal.
3. Timeliness (waktu) : aktual, hangat, terkini.
4. Proximility (dekat) : dekat dengan pembaca.
5. Prominence (tenar) : menyangkut hal atau orang terkenal.
6. Human interest (manusiawi) : menyentuh perasaan pembaca.
B. Jenis Berita
1. Berdasarkan sifat kejadian :
Berita yang diduga (peringatan hari-hari besar, peristiwa yang sudah dijadwalkan)
Berita yang tidak diduga, dimana suatu peristiwa terjadi secara insidental dan wartawan memperoleh petunjuk dari berbagai sumber di masyarakat.
2. Berdasarkan soal atau topik yang dicakup :
Politik
Ekonomi
Sosial
Budaya
Kriminal
Olahraga
Pendidikan
Hiburan
Perkotaan, dsb
3. Berdasarkan jarak kejadian dan publikasi :
Berita internasional
Berita nasional
Berita Lokal
4. Berdasarkan isi berita :
Straight news ( berita langsung) atau hard news (berita keras).
Soft news (berita lunak atau ringan).
Feature (karangan khas).
Comprehensive indepth news (berita mendalam).
Investigatif news (investigasi berita).
D. Sumber berita
1. Kantor berita (menyediakan berita jadi).
2. Pers release atau konferensi pers (dikirim lewat email karena lokasi tak terjangkau).
3. Liputan langsung.
4. Dokumentasi atau arsip.
Itu tadi sedikit pembahasan tentang prinsip jurnalisme dan berita dari saya, terimakasih dan semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Wassalamualaikum wr.wb.
Langganan:
Postingan (Atom)